Beli 2 A400M, Tawaran Airbus untuk Hak Produksi Penuh CN235 PTDI

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pesawat angkut militer A400M milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) pada Selasa, 12 November, datang ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kedatangan pesawat difasilitasi oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bekerja sama dengan Airbus Defence and Space (Airbus DS), RAF, dan pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah.

Tercatat, kunjungan singkat A400M ke Jakarta kali ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya, A400M milik Angkatan Udara Perancis datang ke Jakarta mendampingi tiga jet tempur Dassault Rafale-B pada Agustus tahun lalu.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia via Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih melakukan negosiasi untuk rencana beli dua unit A400M.

Rencana pembelian A400M pertama kali bergaung saat posisi Menteri BUMN masih dijabat Rini Soemarno. BUMN tertarik membeli pesawat angkut militer yang berkapasitas lebih besar dari C-130 Hercules ini untuk melayani penerbangan kargo ke wilayah Indonesia bagian timur khususnya.

Airbus DS mengatakan, hingga saat ini belum ada kontrak yang ditandatangani oleh Indonesia untuk rencana pembelian A400M.

Kedatangan A400M kali ini, selain persinggahan usai mengunjungi Australia, pun dimaksudkan sebagai bagian dari pemantapan lobi yang dilakukan pihak Airbus DS.

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyatakan, A400M sangat cocok digunakan di Indonesia.

Sumber Airspace Review yang lain, usai acara penyambutan A400M di Bandara Halim mengungkapkan, ada negosiasi antara Airbus Group dengan pemerintah Indonesia plus PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terkait A400M yang belum berujung kepada penandatanganan kontrak.

A400M di Halim
Roni Sontani

Airbus menawarkan pembelian dua A400M sebagai syarat dikabulkannya hak penuh produksi pesawat CN235 oleh PTDI.

“Artinya, bila Indonesia membeli 2 A400M, maka dalam melaksanakan produksi CN235 PTDI tidak perlu lagi menunggu komponen yang harus di-approve oleh pihak Airbus DS di Spanyol. PTDI bisa punya hak penuh dan langsung melakukan produksi pesawat sendiri serta menjualnya kepada pihak pemesan,” ungkap dia.

Selama ini, komponen CN235 diproduksi bersama oleh PTDI dan Airbus DS. Jadi, produksi CN235 oleh PTDI bagaimana pun, sebagian masih tergantung kepada Airbus DS.

“Kalau pembelian 2 A400M dilaksanakan, itu akan jadi keuntungan buat PTDI dalam melakukan produksi CN235. Pengiriman pesawat kepada pemesan pun bisa jadi lebih cepat,” jelasnya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *