Lebih Superior, Jepang Akan Tingkatkan 98 F-15J Jadi Japanese Super Interceptor

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pencegat Super Jepang (Japanese Super Interceptor), begitulah nama yang akan disematkan bagi jet tempur baru hasil peningkatan kemampuan (upgrade) 98 F-15J Eagle milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF).

Jepang telah mengajukan proposal Foreign Military Sale (FMS) kepada Amerika Serikat atas rencana upgrade F-15J-nya tersebut.

Di antara perangkat yang akan dibeli Negeri Matahari Terbit dalam pengajuan tersebut adalah 103 radar APG-82(v)1 AESA (Active Electronically Scanned Array), 116 ADCP (Advanced Display Core Processor) II Mission System Computer (18 cadangan), dan 101 ALQ-239 Digital Electronic Warfare System (DEWS) (tiga cadangan). 

F-15J
USAF

Seluruh daftar yang akan dibeli telah dipublikasikan oleh Defence Security Cooperation Agency (DSCA) di lamannya, (29/10).

Diberitakan juga, Departemen Luar Negeri AS telah memberikan persetujuan atas proposal dari Jepang ini. Ditaksir, seluruh nilai kontrak ini mencapai 4,5 miliar dolar AS.

F-15J Eagle
USAF

Boeing Aircraft Company di Everett, Washington telah ditunjuk Pentagon sebagai kontraktor utama pengerjaan proyek ini bersama dengan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dari Jepang. Keduanya akan didukung oleh sejumlah subkontraktor.

F-15J Eagle merupakan F-15C yang dibuat oleh MHI di Jepang berdasarkan lisensi dari McDonnell Douglas (sekarang sudah melebur ke Boeing). MHI memproduksi 139 unit varian ini pada kurun 1981-1997.

Roni Sontani

2 Replies to “Lebih Superior, Jepang Akan Tingkatkan 98 F-15J Jadi Japanese Super Interceptor”

  1. Apakah perangkat lunak dan sistem avionic pespur produk negara lain tidak bisa ditingkatkan seperti yg dilakukan jepang pada f15???? Ini bukan jaman batu sehingga jarang ditemukan para ahli2 perangkat lunak seperti jepang, jd kesimpulannya back tu besic desain pespur yg dibangun sehingga mampu melakukan segala jenis pertempuran’ pengebangan masalah perangkat lunak dan sistem avionic bukan lagi hal yg sulit dijaman ini, kesimpulannya saat ingin membangun pespur yg tangguh dalam segala pertempuran desain harus benar2 jd perhatian utama dan mesin jg wajib mampu mendukung pespur melakukan apa pun dalam segala jenis pertempuran,,,,ya us dan barat harus mengakui produk keluarga pespur flanker

  2. F15 tak akan mampu menang melawan flanker, apakah rusia sebodoh itu bodoh tidak mengembangkan perangkat2 lunak flanker dr su27, su30 dan su35???? Mungkin us dan barat hanya tau perangkat lunak dan sistem avionic flanker versi eksport’ tp mereka gk pernah tau perangkat lunak dan sistem avionic flanker yg digunakan rusia,,,,jd kesimpulannya untuk para insyiur2 indonesia yg lg mengembangkan kfx/ifx harus bener2 memperhatikan desain ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya, gk perlu terburu buru dalam memperhitungkan desain dan ifx harus menggunakan mesin produk rusia yaitu saturn al-31fp trhust vectoring karena mesin ini akan ditinggalkan rusia yg beralih ke saturn al -41f trhust vectoring 3D, rusia akan setuju bila indonesia meminta joint produksi mendirikan pabrik bersama mesin saturn al-31fp trhust vectoring di indonesia dengan menjamin keuntungan yg panjang untuk rusia yaitu bagi keuntungan 50%-50% setiap jenis prodak, hanya sistem seperti inilah indonesia bisa memangkas ketertinggalan ilmu teknologi, riset hanya buang2 duit dan waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *