Mengenal Hunting Eagle, Gyrocopter Serbaguna Militer China

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Di antara hingar bingar deru kendaraan perang dalam parade perayaan Hari Nasional China ke-70, tampak terselip iring-iringan wahana gyrocopter (autogyro) yang diusung di atas truk.

Diketahui, gyrocopter bernama Hunting Eagle ini dibuat oleh perusahaan pertahanan Shaanxi Baoji yang lebih dikenal sebagai penghasil kendaraan taktis dan kendaraan tempur.

Melansir Army Recognition, Hunting Eagle mulai dikembangkan tahun 2012 dan mulai berdinas resmi untuk militer pada Januari 2016.

Wahana yaang menyerupai helikopter mini ini digerakkan oleh sebuah mesin Rotax 914 model pusher berdaya 115 hp. Kecepatan terbang maksimum berada di kisaran 160 km/jam.

Ketinggian terbang maksimum Hunting Eagle mencapai 4.500 m. Dengan tangki bahan bakar penuh sebanyak 70 liter, wahana ini dapat terbang selama 4 jam atau jangakuan operasi sejauh 400 km.

Hunting Eagle didapuk untuk dapat menjalankan beragam misi, seperti SAR, pemantauan wilayah perbatasan, pengintaian, bahkan digunakan untuk penyusupan pasukan khusus dalam operasi militer.

Memang agak mengherankan bila militer China menggunakan wahana gyrocopter ini mengingat telah memiliki beragam helikopter dan pesawat tanpa awak (drone) kelas MALE (medium-altitude long-endurance).

Hunting Eagle
Shaanxi Baoji

Lalu, apa yang menjadi kelebihan Hunting Eagle dibanding penggunaan heli atau drone MALE dalam peran yang sama?

Jawabannya adalah adalah karena biaya operasional dan biaya perawatan gyrocopter jauh lebih murah dibanding heli atau drone MALE.

Selain itu, Hunting Eagle dapat dioperasikan di mana saja baik dari jalan raya, lapangan rumput, atau tanah keras. Cukup tersedia landasan kurang dari 80 m untuk terbang dan 20 m untuk mendarat.

Selan versi militer berawak dua, Shaanxi Baoji juga melansir versi untuk satuan kepolisian. Bedanya, hanya dapat dimuati satu orang dan duduk dalam kanopi tertutup.

Hunting Eagle untuk kepolisian digunankan sebagai wahana patroli jalan raya atau untuk mengawasi aksi unjuk rasa massa dari udara.

Gyrocopter sendiri bukanlah barang baru. Wahana ini dikembangkan pertama kali tahun 1920-an di Spanyol oleh Juan de la Cierva. Pesawatnya yang bernama Autogyro Cierva terbang perdana 9 januari 1923.

Hunting Eagle
Shaanxi Baoji

Selanjutnya pada Perang Dunia II, Jerman, Uni Soviet, dan Jepang juga mengembangkan wahaha serupa. Salah satu yang cukup populer adalah Focke-Achgelis Fa 330 yang digunakan sebagai wahana pengawasan dari udara.

Prinsip kerja gyrcopter hampir serupa dengan helikopter. Namun, bilah rotor gyrocopter tak dibekali mesin pemutar sendiri sehingga tak dapat melakukan terbang/mendarat secara vertikal atau hovering (melayang di tempat).

Bilah rotor gyrocopter otomatis berputar karena daya dorong mesin pendorong. Fungsinya sama seperti bilah rotor helikopter yakni sebagai pemberi daya angkat untuk mengudara.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *