Dukung Keselamatan Penerbangan, STPI – ICAO TRAINAIR PLUS Selenggarakan Diklat SMxP

AIRSPACE-REVIEW.com – Sejalan dengan berkembangnya industri dan teknologi dirgantara, mendorong semua pihak yang terlibat dalam dunia penerbangan untuk mengedepankan keselamatan pada tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Sumber Daya Manusia Penerbangan harus kompeten, berkualitas, prima, professional, dan beretika dalam menyelenggarakan transportasi yang    andal serta berorientasi zero accident.

Zero accident tidak hanya berupa retorika wacana dalam benak setiap insan penerbangan, namun perlu diimplementasikan dalam tindakan nyata demi terciptanya operasi penerbangan yang aman, selamat, dan efisien.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc saat membuka Diklat Safety Management for Practitioner (SMxP) yang diselenggarakan oleh STPI Curug dan ICAO TRAINAIR PLUS di The Anvaya Beach Resort Bali Hotel, Senin (9/9/2019).

STPI - ICAO Trainair Plus
STPI

Dijelaskan Umiyatun Hayati, STPI yang merupakan associate member ICAO TRAINAIR PLUS mendukung upaya peningkatan keselamatan penerbangan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Di antaranya melalui pendidikan dan pelatihan Safety Management for Practitioner ini.

Dengan standar training package dari ICAO Global Aviation Training, ujarnya, dimaksudkan agar pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh STPI dapat memenuhi standar internasional dan menjamin lulusannya mencapai kompetensi yang dipersyaratkan industri penerbangan global.

STPI - ICAO Trainair Plus
STPI

“Pelatihan Safety Management for Practitioner (SMxP) ini perlu diikuti oleh personel regulator negara yang terlibat dalam implementasi State Safety Program (SSP) dan personel penyedia layanan yang bekerja untuk air operator, approved maintenance organization, design/manufacturing organization, aerodrome operator, air traffic services provider atau organisasi pelatihan penerbangan yang terlibat dalam kegiatan Safety Management System (SMS),” ujar Kepala BPSDMP.

STPI - ICAO Trainair Plus
STPI

Pelatihan SMxP akan berlangsung selama lima hari. Setelah berhasil menyelesaikan kursus ini, peserta diharapkan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut, yaitu: mengidentifikasi bahaya dengan cara yang sistematis dan konsisten, mengurangi risiko keselamatan dengan mengikuti pendekatan yang sistematis dan konsisten, mengelola perubahan dengan cara yang aman, menilai laporan keselamatan melalui pemeriksaan keselamatan dan investigasi internal, menyiapkan audit/survei keselamatan untuk menilai kinerja proses, dan merancang skema pemantauan kinerja keselamatan.

Peserta pelatihan sebanyak 21 orang berasal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Airnav Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, SKK Migas, dan STPI Curug.

STPI - ICAO Trainair Plus
STPI

“Dalam lima hari ini kami harapkan peserta dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari ICAO expert yang akan menjadi fasilitator dalam pelatihan ini,” ucap Hayati.

Hal ini, lanjutnya, merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk dapat memperdalam bekal ilmu safety management secara langsung dari ahlinya.

“Kegiatan ini juga dapat melatih keterampilan di dalam mengidentifikasi bahaya dan menghitung risiko dengan baik sehingga dapat mencapai kompetensi yang telah ditetapkan,” pungkas Hayati.

STPI - ICAO Trainair Plus
STPI

Hadir dalam acara ini adalah Mr. Punya Raj Shakya sebagai ICAO expert, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali, Direktur Navigasi Penerbangan (diwakili), Direktur Politeknik Transportasi Darat Bali (diwakili), Widyaiswara Utama Agus Susanto, Kepala PPSDMPU, Ketua STPI Curug, Direktur Navigasi Penerbangan, dan para peserta Diklat Safety Management for Practitioners (SMxP).

Di dalam pertemuan ini Kepala BPSDMP dan ICAO expert merencanakan akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) antara member TRAINAIR PLUS di Indonesia (PPSDMPU, STPI Curug, dan API Banyuwangi) dengan stakeholder penerbangan pada kesempatan pertama.

STPI - ICAO Trainair Plus
STPI

FGD ini akan merumuskan training needs analysis yang akan digunakan sebagai dasar penentuan 15 pelatihan ICAO TRAINAIR PLUS yang akan segera dilaksanakan di Indonesia.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *