ANGKASAREVIEW.COM – Lengan Penerbangan Angkatan Laut (Penerbal) Filipina makin berotot dengan hadirnya dua helikopter antikapal selam (AKS) dan antikapal permukaan AW159 Wildcat Mk220 (sebelumnya dikenal sebagai Future Linx) dari AgustaWestland, Inggris.
Dilansir Scramble Magazine, kedua AW159 Wildcat dikirim menggunakan pesawat angkut raksasa An-124 dan mulai diserahterimakan pada 3 Mei 2019 di Manila, Filipina.
Tautan: AW159 ‘Kucing Buas’ Tampil Perdana di Ajang DSA 2018
Sebelum dikirimkan, kedua heli telah menjalani uji terbang pabrik sejak November 2018.
Scramble Magazine Dalam perannya sebagai heli AKS, AW159 Wildcat dapat dikonfigurasi untuk membawa sonar celup aktif (ADS), sonobuoy, torpedo Sting Ray, dan Mk11 depth charges.
Tautan: Korea Selatan Buka Tender Baru Pengadaan Helikopter Antikapal Selam
Sementara untuk peran menghadapi kapal permukaan, heli dapat dilengkapi rudal antikapal Sea Skua, tabung roket CRV7, dan senapan mesin kaliber 12,7 mm.
AW159 Wildcat diawaki oleh dua orang (pilot dan kopilot) serta lima orang awak lainnya termasuk door gunner. Heli dengan MTOW 6.000 kg ini ditenagai dua mesin turboshaft LHTEC CTS800-4N yang masing-masing berdaya 1.361 hp.
Tautan lain: AS565 MBe Panther Versi AKS, Helikopter Antikapal Selam Generasi ke-3 Skuadron Udara 400 Penerbal
Kecepatan terbang maksimum AW159 Wildcat mencapai 311 km/jam dengan jangkaun operasi hingga 777 km atau terbang feri sejauh 963 km. Endurance mencapai 2 jam 15 menit atau 4 jam 30 menit dengan tabung tangki ekstra.

Rencananya, heli berregistrasi ZZ549 dan ZZ550 tersebut akan ditempatkan pada kapal jenis frigat yang saat ini masih dibangun oleh galangan kapal Hyundai Heavy Industries, Korea Selatan. Kedua kapal frigat baru akan dikirim ke AL Filipina pada 2020 dan 2021.
Tautan lain: PTDI Serahkan 5 Helikopter Panther dan 1 CN235 MPA untuk TNI AL
Kedua heli dimasukkan ke dalan jajaran kekuatan Skadron MH-40 Penerbal Filipina.
Selain didapuk menjalankan misi perang antikapal selam antikapal permukaan, ‘Si Kucing Liar’ juga akan menjalankan lain seperti pengawasan&keamanan maritim serta misi pencarian serta penyelamatan (SAR).
Rangga B. Sawiyya
editor: raider

