MQ-9A membawa Sparrowhawk, pengembangan terbaru dari General Atomics

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Perusahaan energi, teknologi, dan pertahanan dari Amerika Serikat, General Atomics, telah mendemonstrasikan inovasi terbaru di bidang drone melalui pengembangan “Sparrowhawk” small Unmanned Aircraft Systems (sUAS).

Idenya sederhana, drone berukuran besar yakni MQ-9A Reaper membawa drone Sparrowhawk yang berukuran lebih kecil dengan cara menempatkannya di gantungan sayap. Pada ketinggian tertentu, Sparrowhawk akan dilepaskan dari Reaper.

General Atomics – Aeronautical Systems Inc (GN-ASI) mengatakan, Sparrowhawk didesain sebagai demonstrator drone luncur udara. Drone ini dilengkapi teknologi sistem manajemen pertempuran tingkat lanjut, attritableONE.

Sparrowhawk dapat meningkatkan cakupan pengintaian, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan menggandakan sensor berbasis MQ-9.

Drone Sparrowhawk dikendalikan secara eksklusif menggunakan Metis Software Defined Control Station buatan GA-ASI yang di-hosting di laptop. Sistem ini tidak memerlukan kendaraan Ground Control Station.

Komunikasi dicapai dengan menggunakan datalink meshONE secara otonom kolaboratif di antara platform yang digunakan.

Demonstrasi kemampuan MQ-9A membawa Sparrowhawk telah dilaksanakan pada 16-17 September 2020.

Penerbangan uji coba ini dibangun berdasarkan kemampuan yang telah ditunjukkan oleh MQ-1C Gray Eagle saat membawa dua Area-I Altius-600 air launched effects (ALEs) untuk demonstrasi multi-domain operations (MDO) pada Juli 2020.

Dengan adanya “anak-anak drone” yang disebar di udara, sang induk MQ-9 tentunya dapat berada pada jarak yang lebih aman di lingkungan pertempuran yang diperebutkan.

Belum dijelaskan, bagaimana cara drone-drone kecil ini kembali ke pangkalan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *