F-35 untuk UEA mungkin tak secanggih milik Israel

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Amerika Serikat (AS) telah terikat perjanjian puluhan tahun dengan Israel di mana Washington akan mengutamakan segala kecanggihan teknologi untuk negara sekutu emasnya di kawasan Timur Tengah ini. Langkah Washington yang berniat menjual jet tempur siluman F-35 Lightning II kepada Uni Emirat Arab (UEA) dinilai “mencederai” kesepakatannya dengan Israel.

Bukan rahasia, bahwa AS akan selalu menjaga dan mengutamakan negara-negara sekutunya di setiap kawasan untuk mendapatkan sistem persenjataan buatan Paman Sam yang lebih canggih.

Alasan kesetimbangan kekuatan tetap dijaga sehingga negara sekutu pula yang akan memiliki senjata paling canggih dibanding negara-negara lain di sekitarnya.

“Cairnya” hubungan Israel dan UEA, telah ditandani dengan penerbangan pesawat Boeing 737 milik maskapai El Al dari Israel ke Abu Dhabi pada 31 Agustus 2020.

Di badan pesawat El Al yang membawa delegasi AS dan Israel itu terpampang tulisan “Perdamaian” dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Bahasa Arab.

Normalisasi hubungan Israel-UEA yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada 13 Agustus, menjadi pintu bagi Washington untuk mencapai kesepakatan dengan UEA soal jual beli F-35 yang dijadwalkan bakal dirumuskan pada 2 Desember mendatang.

Di sisi lain, pemerintahan Trump diberitakan masih mempelajari bagaimana menyusun kesepakatan dengan UEA tanpa bertentangan dengan Israel.

Sumber yang dekat dengan negosiasi tersebut mengatakan, kesepakatan apa pun yang akan dicapai harus memenuhi perjanjian dengan Israel di mana AS hanya akan menjual persenjataan terbaiknya kepada Tel Aviv.

Berpatokan pada hal itu, tulis Reuters, Washington sedang mempelajari cara untuk membuat jet siluman Lockheed Martin F-35 agar dapat “lebih terlihat” oleh sistem radar Israel.

Reuters tidak mendapatkan penjelasan apakah artinya hal itu dilakukan dengan cara mengganti jet (melakukan modifikasi) ataukah memberi Israel radar yang lebih baik untuk bisa mendeteksi F-35 yang akan dijual ke UEA.

F-35 IsraelIDF

Sebelum mencapai langkah lebih jauh, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz telah bertemu dengan mitranya dari AS, Mark Esper, di Washington pada 22 September. Usai pertemuan, Esper memastikan bahwa penjualan pesawat tempur ke UEA tidak akan melemahkan kekuatan militer Israel.

“Landasan hubungan pertahanan kami adalah menjaga keunggulan kualitatif militer Israel di kawasan itu,” kata Esper seperti dikutip AFP.

Sementara Gantz yang awalnya menyatakan keprihatinan atas rencana penjualan F-35 oleh AS ke UEA, tampak menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada AS.

“Ini adalah hak prerogatif Amerika, bukan hak prerogatif Israel untuk memutuskan kepada siapa akan menjual (F-35),” ujar Gantz seperti diberitakan Times of Israel.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan, penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan akan disampaikan secara resmi kepada Kongres.

Kalaupun rencana penjualan F-35 ke UEA akan tetap dilaksanakan, beberapa rintangan politik dan peraturan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum penjualan dapat diselesaikan.

Sementara itu, para pembantu Capitol Hill mengingatkan, kesepakatan mungkin tidak akan tercapai di tahun ini.

UEA, salah satu sekutu terdekat Washington di Timur Tengah, telah lama menyatakan minatnya untuk memperoleh jet siluman F-35. Kesempatan ini muncul ketika negeri itu setuju untuk menormalisasi hubungannya dengan Israel.

Sumber yang akrab dengan negosiasi mengatakan, ide yang mungkin berhasil adalah bagaimana membuat pertahanan udara Israel dapat mendeteksi F-35 UEA dengan teknologi yang dapat mengalahkan kemampuan siluman.

Atau, jet tempur F-35 yang akan dijual ke UEA itu dibangun dengan cara-cara yang dapat memastikan bahwa pesawat tersebut tidak akan lebih unggul dibandingkan F-35 milik Israel.

Angkatan Udara Israel saat ini telah memiliki 24 F-35I Adir di dua skadron tempurnya, yaitu Skadron ke-140 “Elang Emas” dan Skadron ke-116 “Singa dari Selatan”.

Total, Israel telah memesan 50 F-35I kepada AS.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *