Turki Proyeksikan Beli 1.000 Tank Tempur Utama Altay Produksi Dalam Negeri

ANGKASAREVIEW.COM – Pemerintah Turki memproyeksikan pembelian 1.000 unit tank tempur utama (MBT) Altay produksi dalam negeri. Pemesanan 250 unit dari jumlah tersebut penandatanganan kontraknya telah dilaksanakan pada November tahun lalu.

Tidak disebutkan nilai kontrak dalam proyek itu. Kontrak meliputi pengadaan tank, komponen (suku cadang), dan pelatihan kru.

Mengutip pemberitaan Daily Sabah tahun lalu, pembuatan generasi masa depan MBT Turki berbobot 65 ton ini dilaksanakan oleh pabrik BMC dengan konsultan dari pabrikan terkenal Jerman, Rheinmetall.

Tautan: Setelah Leopard 2A4, Kini Giliran M60T1 Turki Turun Gelanggang di Suriah

Sesuai kontrak, kelompok pertama tank Altay sebanyak 40 unit akan diserahkan BMC dan digunakan oleh Angkatan Darat Turki 18 bulan setelah penandatanganan kontrak alias pertengahan tahun 2020.

Altay MBTIstimewa
Namun demikian, kelompok pertama tank ini, varian T1 yang sama dengan empat prototipenya, masih menggunakan mesin yang dibeli dari luar negeri karena dalam tempo itu Turki belum sanggup memproduksi mesin di dalam negeri. BMC berencana membuat tiga varian Altay, yaitu T1 (standar), T2 (penambahan sistem proteksi dan kewaspadaan situasi sekitar), dan T3 (RCWS dan sistem autoloader).

Tautan: Otokar Akrep II, Ranpur Intai Generasi Baru Bertenaga Listrik untuk AD Turki

Prototipe Altay T1 menggunakan mesin diesel berdaya 1.500 hp buatan MTU Friedrichshafer GmbH, Jerman. Dengan mesin ini altay mampu berlari hingga kecepatan 70 km/jam.

Untuk kanonnya, Altay menggunakan kaliber 120 mm smoothbore buatan perusahaan dalam negeri, MKEK.

Selain senjata utama kanon, Altay dilengkapi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm yang dikendalikan secara jarak jauh (RCWS) dan senapan mesin kaliber 7,62 mm sebagai senjata dukungan tembakan. Tank dilengkapi  lapisan baja komposit untuk menahan gempuran senjata musuh.

Tautan: FNSS Luncurkan PARS 4X4 Versi Antitank Berwajah Baru

Prototipe Altay muncul pertama kali pada pelaksanaan pameran pertahanan di Istanbul tahun 2011. Nama Altay diambil dari Jenderal Fahrettin Altay, Komandan Korps Kavaleri AD Turki semasa Perang Kemerdekaan Turki.

Altay MBT

Turki telah lama membuat studi mengenai pembuatan MBT dalam negeri. Proyek ini dimulai pada akhir tahun 1990-an.

Dalam mengerjakan proyek tersebut, BMC mendapat pasokan komponen dari Aselsan yang juga merupakan perusahaan dalam negeri Turki.

Tautan: DSA 2018: Ranpur Turki Mencari Pasar Baru di Kawasan Asia Tenggara

Diberitakan Ahval (1/5/2019), kontrak senilai 841 juta euro (942 juta dolar AS) antara BMC dengan Aselsan telah dilaksanakan Rabu lalu. Aselsan akan menyuplai beragam komponen, peralatan, dan juga pelatihan bagi para awak tank terbaru Altay.

Altay T1SSB
Pengerjaan 250 tank Altay dijadwalkan rampung pada periode 2020-2026.

Tautan lain: Menanti Kehadiran Tank Boat X18 Antasena

Tidak hanya Aselsan, perusahaan dalam negeri Turki lainnya juga turut kebagian rezeki dari proyek ini. Seperti Roketsan dan Havelsan and Machinery and Chemical Industry Institute (MKEK).

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *