Tambah Daya Gedor, Rusia Akan Tingkatkan Sistem Senjata Ka-52 Alligator

ANGKASAREVIEW.COM – Rusia akan meningkatkan kemampuan dan kapasitas sistem persenjataan Ka-52 Alligator. Beragam senjata baru akan ditanamkan pada heli serang besutan Kamov Design Bureau yang diproduksi oleh Russian Helicopters (bagian dari Rostec) ini demi meningkatkan daya gedor si sayap putar.

Pihak pabrikan sebagaimana dikutip kantor berita TASS (14/9) menerangkan, Ka-52 sejak awal didesain memiliki ruang yang cukup besar sehingga sangat memungkinkan dilaksananakannya peningkatan dan perbaikan terkait sistemnya, termasuk sistem persenjataan dan sistem avionik.

Upgrade dan improvement pada Ka-52 membuat heli yang pertama kali diluncurkan Desember 1996 ini akan kompatibel dengan persejataan-persenjataan yang digunakan helikopter serang buatan Rusia lainnya.

Pembaca Angkasa Review, sumber yang tidak diterangkan oleh TASS menyebut Ka-52 bersama Mi-28N, Mi-35, dan Mi-8AMTSh akan dilengkapi rudal generasi baru Hermes-A yang berjarak jangkau tembak hingga 20 km. Sementara saat ini, Ka-52 dilengkapi dengan rudal antitank Vikhr-1 dengan jarak tembak maksimum 10 km.

Tahun lalu, Deputi Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Letjen Igor Makushev menyatakan, Ka-52 dan Mi-28N sejatinya telah sukses melaksanakan misi penyerangan menggunakan rudal Vikhr dalam operasi perang di Suriah.

Di sisi yang lain, Russian Helicopters juga menerangkan, Ka-52 Alligator merupakan heli tempur dan pengintai yang didesain sebagai algojo udara bagi armada udara maupun darat seperti helikopter, tank, ranpur lapis baja, pasukan, maupun sasaran darat lainnya. Heli ini dapat dioperasikan siang dan malam hari pada berbagai kondisi cuaca.

Istimewa

Dengan performa dan kapabilitas yang dimilikinya, Ka-52 yang melaksanakan penerbangan perdananya pada Juni 1997 ini dapat digunakan untuk fungsi bantuan tembakan dari udara, patroli udara, hingga pengawalan pasukan darat dari udara.

Beda dengan heli serang pada umumnya Sobat AR, Ka-52 memiliki desain kokpit dengan tempat duduk bersebelahan. Heli ini juga ditenagai dua mesin VK-2500 turboshaft dengan ketinggian terbang maksimum di atas 5.000 meter.

Rancangan dua tingkat baling-baling utama sebagai ciri khas helikopter Kamov, memberikan keuntungan pada saat heli bermanuver. Alhasil, heli dapat  melakukan sudut penyerangan dari posisi yang lebih baik.

Seri produksi Ka-52 mulai dibuat di fasilits Progress Arsenyev Aviation di Wilayah Primorye, Rusia sejak tahun 2008. Untuk varian angkatan laut, heli ini mendapatkan kode Ka-52K.

Ka-52 mulai digunakan oleh Angkatan Udara Rusia melalui Pusat Pengembangan taktik ke-334 di Torzhok pada Desember 2011. Sebanyak tiga unit heli ini digunakan oleh AU Rusia sebagai helikopter misi khusus. Ka-52 diproyeksikan menggantikan Ka-50 yang berjuluk si Hiu Hitam (Black Shark).

Max Briansky

Dibandingkan dengan sang kakak Ka-50, Ka-52 dengan panjang 16 m, tingi 4,9 meter, serta diameter rotor utama 14,5 m ini memiliki desain hidung yang lebih lebar serta tubuh yang lebih panjang. Sementara tingkat komunalitas suku cadang dengan pesawat lain hanya kebagian sedikit.

Kursi yang digunakan pilot pada Ka-52 merupakan kursi lontar (ejection seat), yaki kursi K-37-800M berkonsep ejection.

Sementara untuk varian termutakhir, Ka-52D dilengkapi dengan head-up-display (HUD) layar tampilan malfungsi (MFD) SMD 66, perangkat GPS, dan lain-lainnya.

Untuk senjata, saat ini Ka-52 dilengkapi kanon putar 2A42 kaliber 30 mm dengan sistem otomatik dan berbagai persenjataan mutakhir, baik yang sudah disebutkan ataupun belum.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *