KSO GMF – MMF Kini Rambah Dua Jenis Perawatan Pesawat Selain General Aviation

ANGKASAREVIEW.COM – Tak hanya bermain di bidang perawatan pesawat jenis general aviation, KSO PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF) – PT Merpati Maintenance Facility (MMF) kini rambah dua jenis perawatan pesawat lainnya.

Kamis (19/7/2018) lalu Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto menandatangani amandemen perjanjian kerja sama operasi (KSO) dengan Direktur Utama MMF Suharto di Kementerian BUMN. Penandatanganan ini disaksikan oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro.

Aloysius mengatakan, bahwa KSO ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mengembangkan industri perawatan pesawat dalam negeri.

“Dua anak usaha BUMN ini memiliki potensi bisnis yang tinggi dengan kemampuannya masing-masing. Dengan bekerja sama tentu industri MRO dalam negeri akan menjadi lebih optimal baik dari segi pengembangan kapasitas dan kapabilitas maupun daya serap pasarnya,” ujarnya.

Penandatangan amandemen KSO ini bertujuan untuk melakukan penambahan cakupan lingkup kerja sama antara dua anak usaha BUMN ini. Semula, KSO GMF – MMF hanya untuk perawatan pesawat jenis General Aviation, namun kini cakupan perawatan pesawat bertambah juga ke jenis non-general aviation dan private jet & defense.

Dalam sambutannya Iwan mengatakan, KSO yang sudah berjalan selama kurang lebih 1 tahun ini menunjukkan respon positif dari pasar. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan berdampak pada kebutuhan transportasi udara yang cukup tinggi.

Baca Juga:

GMF Perpanjang Kontrak Kerja Sama Training Center dengan Airbus

GMF dan Garuda Indonesia Resmikan Monumen Seulawah RI001

“Peredaran pesawat jenis general aviation jumlahnya sangat besar di Indonesia, tapi untuk perawatannya masih belum digarap dengan maksimal sehingga bisnisnya diambil oleh pihak luar. GMF dan MMF melihat hal ini sebagai peluang untuk dapat membawa keuntungan bagi kedua belah pihak,” imbuhnya.

Iwan menyebutkan, kualitas yang diberikan kepada para pelanggan akan sama baiknya dengan pelayanan di hangar Cengkareng.

“Para pelanggan KSO tidak perlu khawatir akan kualitas layanan kami, hal ini merupakan jaminan yang akan kami jaga sebagai konsistensi dalam melakukan pekerjaan perawatan pesawat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Suharto mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik amandemen penambahan lingkup kerja sama ini.

“Ketika awal kerja sama ini dibentuk, kami memiliki gambaran untuk mengembangkan KSO ini secara serius. Oleh karena itu, kami menambahkan jenis pesawat yang dapat dikerjakan di KSO ini,” tambahnya.

Ia menyebutkan, ke depannya KSO antara MRO Plat Merah ini akan mengutilisasi fasilitas hangar milik MMF di Kawasan Indonesia Timur.

KSO antara GMF – MMF ini bermula pada November 2016. GMF memberikan kontribusi dalam hal penambahan tools & equipment; system dan infrastruktur IT sebagai penunjang serta pemberian certified training terhadap personil yang akan didedikasikan untuk KSO ini.

Sedangkan MMF memberikan sarana dan prasarana seperti hangar di Surabaya dan Biak, ruang kantor dan ruang penyimpanan material, memfasilitasi certificate of approval (AMO) dari DKUPPU, serta beberapa tools & equipment.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *