Singapore Airlines Hapus Kacang Tanah dari Daftar Cemilan Penumpang

ANGKASAREVIEW.COM – Singapore Airlines memutuskan untuk menghapus cemilan kacang tanah dari daftar makanan ringan gratis untuk penumpang mereka. Kepuutusan ini berlaku di seluruh kelas kabin Singapore Airlines.

Seorang juru bicara dari maskapai penerbangan asal Singapura itu mengatakan  bahwa perusahaannya telah berhenti melayani makanan ringan tersebut sejak April 2018. Namun, hal ini hanya berlaku untuk kacang tanah. Sedangkan untuk jenis kacang dan makanan ringan lainnya akan tetap tersedia seperti biasa.

“Kacang mete, kacang macadamia, dan walnut tetap disajikan di kabin Kelas Satu, sementara almond dan kacang mete tetap disajikan di Kelas Bisnis dan Kelas Ekonomi Premium,” kata juru bicara Singapore Airlines kepada Business Insider (30/4/2018).

Baca juga:
Singapore Airlines Akan Terbang 20 Jam Nonstop
Singapore Airlines Sabet Gelar Best Airline in the World

Untuk penumpang Kelas Ekonomi, Singapore Airlines kini menawarkan paket makanan ringan berisi kacang polong dan biskuit.

Pada 19 Juli tahun lalu, Singapore Airlines  mengumumkan bahwa mereka akan meninjau porsi kacang di penerbangannya setelah ada kasus seorang balita asal Australia yang menderita reaksi alergi parah terhadap paket kacang yang dibuka oleh penumpang lain.

Balita itu rupanya didiagnosis mengidap anafilaksis, sebuah reaksi alergi yang mengancam jiwa, sebelum melakukan penerbangan.

Penasihat di situsweb Singapore Airlines saat itu mengatakan bahwa “setiap upaya yang wajar” akan dilakukan oleh maskapai untuk mengakomodasi permintaan penumpang yang tidak bisa memakan kacang.

“Namun, kami tidak dapat menyediakan kabin yang bebas kacang atau menjamin lingkungan bebas alergi di setiap pesawat,” tulis pernyataan itu.

“Kami juga tidak memiliki kendali atas penumpang yang mengonsumsi makanan ringan atau makanan mereka sendiri di atas pesawat, yang mungkin mengandung kacang atau turunannya.”

SIA menyarankan pelanggannya untuk mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan agar terhindar dari resiko alergi parah seperti itu. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *