Lengkap Sudah 30 Grob G120TP-A Milik Skadik 101 TNI AU

ANGKASAREVIEW.COM – Tanggal 23 April 2018 lalu Lanud Adisutjipto, Yogyakarta kedatangan enam pesawat G120TP-A terakhir dari 12 unit yang dipesan pada tahap kedua. Lengkap sudah 30 unit pesawat latih dasar pesanan TNI AU. Selanjutnya pesawat dengan nomor registrasi LD-1225 sampai LD-1230 ini akan diserahkan untuk dioperasikan oleh Skadron Pendidikan 101.

Pada tahap pertama, September 2011, TNI AU memesan 18 unit. Dua tahun setelahnya, Agustus 2013, pabrik Grob Aircraft yang berada di Tussenhausen, Mattsies, Jerman mulai mengirim empat pesawat batch pertama secara terurai. Setelah dirakit pesawat begistrasi LD-1201 s/d LD-1204 ini menjalani uji terbang tanggal 28-29 Agustus 2013 sebelum diserahterimakan.

TNI AU membeli G120TP-A untuk menggantikan dua jenis pesawat latih yang sudah uzur, yakni pesawat Latih Mula (LM) FFA AS-202 Bravo buatan Swiss dan pesawat Latih Dasar (LD) Beechcraft T-34C Charlie buatan AS. Dalam kompetisi pengadaan, G120TP berhasil menyingkirkan pesaingnya yaitu SIAI-Marchetti  (kini Leonardo) SF-260TP buatan Italia dan Pacific Aerospace CT/4 dari Selandia Baru.

BACA  Flydubai Beli 175 Boeing 737 MAX, Pesanan Pesawat ini Meningkat Lebih 4.200 Unit

Dibanding dua pesaingnya, G120TP adalah pesawat generasi baru yang mengadopsi teknologi aviasi terkini. Grob menawarkan panel instrumen fully digital avionic dilengkapi empat layar EFIS EFIS Genesys Aerosystems IDU-680 dengan sistem kontrol kemudi HOTAS (Hands On Throttle And Stick). Pilot dan Kadet bersebelahan, duduk di atas kursi lontar ringan Martin-Baker Mk.15B.

TNI AU

Sedang Grob G120 TP-A milik TNI AU mengadopsi avionik kombinasi analaog dan digital. Di dashboard tersedia peralatan navigasi kompas, electric HIS, directional gyro, magnetic azimuth transmmitter, Garmin GNS-430W untuk Nav1 dan Nav2. Selain itu juga ada Garmin GTRX330 mode S transponder, serta DME Honeywell KN-63/KDI-572.

SPESIFIKASI GROB G120TP

Awak : dua (pilot dan kadet). Panjang : 4 m. Rentang sayap : 3 m. Tinggi :7 m. MTOW : 590 kg. Mesin : 1 × Rolls-Royce M250-B17-F turboprop. Daya : 456 hp. Kecepatan maksimum : 454 km/jam. Kecepatan jelajah : 435 km/jam. Jangkauan : 1.074 km. Endurance : 5 jam 45 menit. G limits : +6 s/d -4G

Mengadopsi sayap model rendah yang ujung sayapnya telah menerapkan winglet untuk efisiensi pemakaian bahan bakar. Badan dan sayapnya terbuat dari carbonfibre composit antikorosi, ringan tapi kuat. Pesawat mampu menahan tekanan garvitasi hingga batas +6 sampai -4G. Dapat dioperasikan dalam suhu -20 hingga maksimal 72 derajat Celsius.

BACA  Aeromexico dapat kompensasi kerugian 737 MAX 8 dari Boeing

Sebagai tenaga penggerak menggunakan mesin turboprop 250-B17F buatan Rolls Royce berdaya 456 hp, memutar lima bilah baling-baling MT. Kecepatan maksimumnya 454 km/jam dan ketinggian terbang maksimum 7.600 m. Kapasitas bahan bakar sebanyak 360 liter dengan lama penerbangan selama 5 jam 45 menit atau dengan jangkauan operasi 1.074 km.

Istimewa

Pesawat latih G120TP cukup laris manis, TNI AU adalah pengguna pertama (launch customer). Disusul AU Argentina membeli 10 unit tahun 2013 dan AU Yordania pesan 16 pesawat yang mulai berdinas April 2017. AU Meksiko memesan 25 unit yang diserahkan pertama pada Februari 2015. Selain itu G120TP juga digunakan untuk melatih pilot militer Inggris dan penerbangan Angkatan Darat AS.

BACA  Rusia akan pamerkan Viking, versi ekspor Buk-M3 di ajang DefExpo India

RANGGA BASWARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *