Lockheed Martin dan NASA Kerjasama Bangun Pesawat Supersonik Berkecepatan 1.500 km/Jam

ANGKASAREVIEW.COM – Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana akan membuat pesawat supersonik untuk penerbangan komersial. Targetnya, pesawat tersebut mampu terbang hingga kecepatan 1.500 km per jam.

Pesawat jet supersonik tersebut akan mampu terbang dari New York ke London dalam waktu kurang dari 4 jam. Pesawat yang saat ini masih diberi nama X-Plane itu mampu mengelilingi dunia hanya dalam waktu satu hari.

Tapi saat ini NASA belum menemukan solusi untuk masalah ledakan yang diciptakan ketika pesawat menembus dinding kecepatan suara. Saat pesawat menembus penghalang suara maka akan timbul suara yang begitu keras sehingga dapat menghancurkan jendela di bangunan sekitar jalur penerbangan.

Tak ayal, penerbangan supersonik ini di ketinggian tertentu dilarang atau dibatasi di banyak area. NASA baru saja memberikan kontrak senilai 247,5 juta dolar AS kepada Lockheed Martin untuk mencoba mencari solusinya.

BACA  Baru Sebelas Minggu Bertugas, Personel Yonkomposit TNI Konga XXXV-D Raih Penghargaan dari PBB

Selain itu, kontrak tersebut juga mencakup desain, fabrikasi, dan pengujian pesawat terbang yang dapat menembus penghalang suara dengan suara yang hanya sekeras menutup pintu mobil.

Dalam desainnya, X-Plane memiliki panjang 29 meter dan terbang dengan ketinggian sekitar 55.000 kaki. Lockheed Martin ditargetkan bisa menyelesaikan unit pertama pada akhir tahun 2021.

Versi pertama akan memiliki pilot, tetapi tanpa penumpang. Unit pertamanya itu kelak hanya diciptakan untuk menunjukkan bahwa penerbangan yang lebih cepat daripada kecepatan suara tanpa menciptakan gelombang kejut yang intens adalah sangat memungkinkan.

Menurut Jaiwon Shin, administrator asosiasi Direktorat Misi Riset Aeronautika NASA, pesawat akan mulai terbang di atas daerah berpenduduk pada 2022. Setelah itu NASA akan meminta orang yang tinggal dan bekerja di area yang dilewati pesawat tersebut untuk memberi tahu apa yang mereka dengar.

BACA  Elephant Walk, Iringan Gajah Berjalan di Landasan Pacu

Tes itu menjadi amat penting karena jika berhasil, hasilnya akan digunakan untuk menganulir hukum AS saat ini yang melarang penerbangan supersonik sipil di daerah pemukiman.

“Ketika aturan berubah, pintu akan terbuka untuk industri penerbangan supersonik di negara kita dan di seluruh dunia,” katanya. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *