AP II Resmi Kelola Jasa Kebandarudaraan Bandara Internasional Jawa Barat

ANGKASAREVIEW.COM – Hari Senin (22/1/2018) kemarin PT Angkasa Pura II (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama penyelenggaraan jasa kebandarudaraan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Direktur Utama PT Bandara Udara Internasional Jawa Barat Virda Dimas Ekaputra.

Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut dari framework commitment dan nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang telah ditandatangani bersama dengan PT BIJB pada bulan Juli 2017 silam. Dengan demikian, AP II resmi menjadi operator atau pengelola BJIB untuk melaksanakan kerja sama operasi (KSO) penyelenggaraan jasa kebandarudaraan, termasuk pengoperasian dan pemeliharaan terhadap bandara selama jangka waktu perjanjian.

“AP II akan mengoperasikan seluruh aset sisi darat dari BIJB termasuk terkait dengan pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan asa terkait bandara. Intinya secara keseluruhan operasional BIJB akan dilaksanakan oleh AP II dan kami yakin kehadiran kami dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah setempat,” ungkap Awaluddin dalam keterangan resminya yang Angkasa Review terima, Senin (22/1/2018).

Baca Juga: Target Selesai 2018, Gubernur Jabar: Pembangunan BIJB On Schedule

Jangka waktu KSO ini terjalin dan berlaku selama 17 tahun, yang artinya AP II akan mengelola BIJB sampai dengan tahun 2035 dengan kepemilikan saham korporasi antara 25%-49%.

Usai penandatangan PKS tersebut, rencana selajutnya AP II akan membentuk Tim Operation Readiness and Airport Transfer (ORAT) bersama dengan PT BIJB dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Tim ORAT akan bertugas untuk mengatur persiapan pra-operasi bandara guna memastikan kesiapan operasional bandara, termasuk melakukan inventarisasi aset dan due diligence yang diperlukan.

Selain itu, AP II juga akan fokus untuk melakukan percepatan penyelesaian konstruksi proyek, percepatan operasi bandara untuk mendukung Penerbangan Angkutan Haji pada Juni 2018, dan penambahan perpanjangan landas pacu dari 2500 m x 60 m menjadi 3000 m x 60 m.

Baca Juga: Diterima Gubernur Jabar, STPI Serahkan 48 Personel Avsec untuk Bandara Kertajati

Dalam pengoperasian tahap awal, BIJB memiliki terminal berkapasitas 5 juta penumpang per tahun dan direncanakan akan dikembangkan kapasitas ultimate-nya untuk dapat melayani 18 juta penumpang per tahun.

“Nantinya di BIJB ini juga akan kami implementasikan dan tingkatkan soft infrastructure seperti bandara AP II lainnya dalam memberikan pelayanan kepada penumpang dalam program Smart Airport untuk meningkatkan customer experience melalui aplikasi mobile dan mengefisiensikan kegiatan operasional bandara dengan membangun infrastruktur digital di BIJB. Salah satunya adalah dengan penggunaan aplikasi mobile INDONESIA AIRPORTS dan juga aplikasi operasional iPERFORM,” tandasnya. FERY SETIAWAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *