Dijadwalkan mengudara tahun 2026, India kembangkan jet tempur baru untuk kapal induk
ADA AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Badan Pengembangan Aeronautika (ADA) India telah memberikan lampu hijau bagi pengembangan jet tempur mesin ganda yang berbasis di kapal induk. Jet tempur ini nantinya akan menggantikan peran MiG-29K.
Hal ini terdorong oleh keberhasilan uji coba pendaratan jet tempur mesin tunggal buatan dalam negeri, HAL Tejas-N, di atas kapal induk INS Vikramaditya beberapa waktu lalu.
India, seperti Airspace Review pelajari dari pemberitaan NDTV, 4 Juni 2020, telah mengalokasikan anggaran untuk fase pengembangan Twin Engine Deck Based Fighter (TEDBF) sebesar Rs 7.000 – 8.000 crore.
Pembahasan mengenai rencana pengembangan jet tempur dalam negeri berbasis kapal induk ini telah dilaksanakan pada 22 Mei lalu dalam pertemuan tahunan ADA. Pertemuan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Rajnath Singh serta dihadiri oleh Kepala Angkatan Laut dan Kepala Angkatan Udara India.
Pengembangan jet tempur dalam negeri untuk kapal induk, juga dimaksudkan sebagai langkah New Delhi mengurangi secara besar-besaran impor sistem persenjataan dari luar negeri.
Nantinya, jet tempur baru bermesin ganda ini akan ditempatkan di dua kapal induk Angkatan Laut India, yakni INS Vikramaditya dan INS Vikrant.

Prototipe pesawat ini dijadwalkan dapat mengudara pada 2026 dan mengisi jajaran Angkatan Laut India pada 2030.
Mereka yang terlibat dalam tim perancangan jet tempur kapal induk India mengatakan, telah mempelajari dan membandingkan karakteristik performa F/A-18E/F Super Hornet dari Amerika Serikat dengan Rafale-M dari Perancis.
Tim juga mengatakan akan mengadopsi teknologi yang dikembangkan untuk jet Advaced Medium Combat Aircraft (AMCA), Angkatan Udara India.
Bedanya, jet tempur untuk kapal induk India ini tidak akan didesain sebagai jet tempur siluman.
Roni Sontani

