Kembangkan Teknologi Antariksa Mandiri, Argentina Uji Roket Eksperimental Seri MET
Argentine MoDAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Argentina (FAA) terus memacu kemandirian teknologi antariksa nasional melalui peluncuran dua roket suborbital eksperimental terbaru, yakni MET 3-SO Castor dan MET 4-SO Polux. Diumumkan langsung oleh Kementerian Pertahanan Argentina, rangkaian uji coba penerbangan ini digelar di Pusat Pengujian dan Peluncuran Roket Kedua (CELPA II Atlántico), Provinsi Buenos Aires.
Peluncuran MET 3-SO Castor dilaksanakan lebih awal pada Selasa malam, 3 November 2026, yang kemudian disusul oleh penerbangan MET 4-SO Polux dua hari setelahnya pada Kamis, 5 November 2026.
Kedua peluncuran ini dilaksanakan di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Penelitian dan Inovasi Angkatan Udara Argentina sebagai bagian dari Kampanye Geminis. Roket dari keluarga MET (Modelo de Evaluación Tecnológica) sendiri dirancang sebagai roket duga suborbital dengan kapsul muatan lepas-pasang yang difokuskan untuk menguji desain serta komponen sistem dalam penerbangan nyata, mengumpulkan data eksperimental, dan melatih para spesialis peluncuran, alih-alih menempatkan satelit ke orbit.
Dalam misi peluncuran MET 4-SO, operasi pemantauan hingga pemulihan komponen dilakukan secara terpadu mengandalkan stasiun perang elektronik, drone Buho, serta pesawat Cessna 182 dari Pangkalan Udara Mar del Plata, sebelum akhirnya Angkatan Laut Argentina berhasil mengevakuasi kapsul muatan dari permukaan laut.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan pengujian seri terdahulu, mulai dari peluncuran MET 1-SO Escorpio pada 22 Mei 2025 yang menguji avionik serta telemetri, hingga MET 2-SO Crux pada 13 November 2025 yang menguji ketahanan ulang selubung mesin, guna mengokohkan pondasi kapabilitas antariksa Argentina di masa depan.
Kedaulatan Teknologi Antariksa
Program antariksa Argentina memiliki rekam jejak yang cukup panjang dan ambisius di kawasan Amerika Latin. Pengujian beruntun dalam Kampanye Geminis ini mencerminkan kebangkitan strategi penguasaan teknologi kedirgantaraan secara bertahap, di mana penekanan utama diberikan pada pengujian sistem pendorong, enkripsi data telemetri, hingga daya tahan material roket.
Pengalaman teknis yang didapat dari setiap peluncuran roket suborbital ini menjadi modal krusial bagi para insinyur lokal untuk mematangkan arsitektur sistem penerbangan sebelum melangkah ke tahap pembuatan kendaraan peluncur berkapasitas lebih besar.
Dengan berhasil dimatangkannya pengujian seri MET, Argentina tidak hanya memperkuat peran angkatan udara dalam pertahanan berbasis ruang angkasa, tetapi juga membuka jalan menuju kedaulatan teknologi antariksa komersial dan ilmiah.
Pengembangan kemampuan mandiri ini berpotensi mengurangi ketergantungan negara pada penyedia jasa peluncuran luar negeri untuk kargo sains maupun penginderaan jauh di masa depan. Ambisi ini memperitegas posisi Argentina sebagai salah satu pionir teknologi kedirgantaraan di kawasan Selatan Global yang secara konsisten membangun ekosistem riset antariksa dari dalam negeri. (PN)
