Sambangi SpaceX hingga NORAD, TNI AU Jajaki Perjanjian Bilateral SSA dan JCO dengan AS

Delegasi TNI AU kunjungi fasilitas pemantauan antariksa di ASUS Embassy
Delegasi TNI AU kunjungi fasilitas pemantauan antariksa di AS.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) mempererat kemitraan strategis di sektor antariksa melalui program Distinguished Visitor Orientation Tour (DVOT) yang berlangsung di Amerika Serikat pada 19–28 Oktober 2026. Difasilitasi oleh U.S. Military Group Indonesia (USMILGP) Kedutaan Besar AS di Jakarta, kunjungan dua minggu ini menghadirkan lima perwira tinggi TNI AU yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional, Marsekal Muda (Marsda) TNI Purwoko Aji Prabowo. Inisiatif ini berfokus pada pertukaran pengalaman, penjajakan kapabilitas antariksa masa depan, serta penguatan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Salah satu hasil krusial dari kunjungan ini adalah ketertarikan Indonesia untuk menjajaki perjanjian bilateral terkait Space Situational Awareness (SSA) atau kesadaran situasional antariksa, sekaligus bergabung dengan Joint Commercial Operations (JCO).

Melalui skema JCO, negara-negara mitra dapat memanfaatkan teknologi antariksa komersial untuk meningkatkan pertukaran informasi dan kesadaran domain antariksa. Menurut Direktur Pengembangan Kapabilitas Udara USMILGP, Mayor Nhan Truong, langkah berbagi pengalaman dan membangun hubungan antarlembaga ini meletakkan landasan kemitraan jangka panjang yang memperkuat kapasitas kedua negara. Selama kegiatan, delegasi Indonesia juga menerima pemaparan mendalam mengenai prosedur pendaftaran hingga persyaratan pelatihan untuk bergabung dengan program tersebut.

Rangkaian kunjungan ini mencakup berbagai markas operasional dan institusi strategis Amerika Serikat, seperti North American Aerospace Defense Command (NORAD), U.S. Northern Command, Space Systems Command, hingga Vandenberg Space Force Base.

Pertahanan Udara Terpadu

Melalui pemantauan fasilitas tersebut, delegasi TNI AU memperoleh wawasan langsung mengenai operasi satelit, sistem peringatan dini rudal, peluncuran antariksa, serta pertahanan udara terpadu. Marsda Purwoko menyampaikan bahwa destinasi yang dikunjungi sangat komprehensif, memberikan pemahaman utuh mengenai struktur organisasi United States Space Force, mulai dari operasional, pendidikan, hingga akuisisi dan pemeliharaan sistem antariksa.

Selain agenda bersama militer AS, delegasi Indonesia turut menjajaki kolaborasi dengan industri kedirgantaraan ternama seperti Boeing, Northrop Grumman, dan menyambangi kampus SpaceX di Hawthorne. Kunjungan diakhiri dengan diskusi bersama pihak industri pertahanan pada 28 Oktober untuk mengidentifikasi kebutuhan antariksa militer Indonesia, prioritas modernisasi, serta peluang kerja sama industri.

Mayor Truong menekankan bahwa posisi geografis Indonesia yang strategis membuka ruang kolaborasi berarti, di mana fokus utama kerja sama ini bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru, melainkan membangun kapasitas kelembagaan dan pengetahuan untuk mendukung operasional antariksa secara berkelanjutan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *