Utus Pejabat Tinggi ke Moskow, Iran Dorong Pengadaan Rudal S-400 dari Rusia
Via IDIAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Iran dilaporkan kembali mendekati Rusia untuk mengejar kesepakatan pembelian sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf. Pembicaraan intensif mengenai pengadaan sistem militer tingkat tinggi ini menjadi sinyal kuat kian eratnya hubungan pertahanan antara Teheran dan Moskow.
Menurut laporan The Telegraph, seorang pejabat tinggi Iran mengungkapkan bahwa Republik Islam tersebut optimistis terhadap prospek pengadaan S-400, sistem pertahanan udara canggih yang telah lama diincarnya selama bertahun-tahun.
Langkah diplomasi militer ini makin diperkuat dengan diutusnya Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, ke Rusia pada 5 November 2026. Rezaei bertolak ke Moskow membawa surat pribadi dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Sumber internal menyebutkan bahwa pengiriman dan pasokan sistem rudal S-400 menjadi agenda utama dalam kunjungan diplomasi tersebut. Selain berfokus pada kerja sama alutsista, kedua belah pihak juga mendiskusikan rencana strategis pembangunan jalur pipa gas baru yang menghubungkan Rusia dan Iran.
Upaya akuisisi S-400 ini melengkapi serangkaian kesepakatan alutsista lain yang tengah berjalan antara kedua negara. Baru-baru ini, Rusia juga dilaporkan telah menyetujui pengiriman 90 unit peluncur rudal terpandu udara ke darat jarak pendek X-39 LMUR (Legkaya Mnogotselevaya Upravlyayemaya Raketa) ke Iran.
Peluncur rudal tersebut dirancang khusus untuk memperkuat armada helikopter serang Mi-28 buatan Rusia, yang proses pengirimannya ke Iran telah resmi diumumkan pada awal tahun 2026.
Benteng Udara Multilapis
S-400 Triumf (kode NATO: SA-21 Growler) merupakan salah satu sistem rudal pertahanan udara jarak jauh paling modern dan efektif yang dimiliki Rusia saat ini. Dirancang untuk menghancurkan berbagai ancaman udara, S-400 mampu mencegat pesawat tempur siluman, pesawat nirawak (drone), rudal jelajah, hingga rudal balistik taktis. Sistem ini dilengkapi dengan radar pencari 96L6E yang sangat sensitif, yang memungkinkannya melacak ratusan target secara bersamaan dari jarak hingga 600 kilometer.
Keunggulan utama S-400 terletak pada fleksibilitas operasional dan jangkauan tempurnya yang fleksibel. Sistem ini dapat meluncurkan berbagai jenis rudal pencegat dengan jarak jangkau bervariasi, mulai dari 40 km hingga 400 km, serta mampu menjangkau target pada ketinggian ekstrem hingga 30 km dari permukaan bumi. Kemampuan ini membuat S-400 mampu membentuk payung pertahanan udara berlapis yang sangat sulit ditembus oleh alutsista udara konvensional maupun modern.
Jika kesepakatan ini terealisasi, kehadiran S-400 diproyeksikan akan meningkatkan secara signifikan doktrin pertahanan udara Iran dalam mengamankan ruang udara serta situs-situs strategis nasionalnya. Kombinasi antara S-400 dengan armada helikopter serang Mi-28 dan persenjataan rudal X-39 LMUR bakal mengubah peta kekuatan militer serta memperkuat posisi tawar Teheran dalam lanskap geopolitik kawasan Timur Tengah. (RNS)

Kesepakatan yg mungkin akan mudah dicapai, mengingat Rusia juga berkepentingan untuk menguji kemampuan S400 menghadapi B-2 dan F-35 di kondisi tempur yg sebenarnya.