Intelijen AS Ungkap Pesawat Antariksa Rahasia China Bawa Objek Misterius di Orbit: Tiruan X-37B AS
Via XAIRSPACE REVIEW – Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) merilis gambar beresolusi tinggi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya mengenai pesawat ruang angkasa eksperimental China yang dapat digunakan kembali di orbit Bumi. Perilisan ini memberikan jendela langka ke dalam salah satu program antariksa paling tertutup di dunia di tengah meningkatnya persaingan teknologi dan militer antara Washington dan Beijing.
Foto yang disertakan dalam laporan keamanan luar angkasa AS ini diperoleh pada 28 Mei 2024 oleh satelit komersial WorldView-3 milik perusahaan Vantour dari jarak kurang dari 90 kilometer.
Dalam gambar tersebut, pesawat ruang angkasa China tampak sedang berada di orbit dengan pintu ruang kargo terbuka. Menariknya, terdapat sebuah objek kedua, yang tampaknya dilengkapi dengan panel surya, terpasang di bagian belakang wahana tersebut.
Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa foto ini belum dapat menjelaskan secara pasti apakah kendaraan tersebut sedang melakukan operasi pendekatan, pengujian peralatan, atau aktivitas kargo tertentu. Oleh karena itu, interpretasi mengenai misi militer spesifik masih berada dalam ranah hipotesis.
Mirip X-37B
Dari segi fisik, wahana antariksa ini memiliki kemiripan desain dengan X-37B, pesawat ruang angkasa tak berawak milik Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat. Keduanya sama-sama memiliki sayap, sirip vertikal, dan kompartemen kargo internal untuk melakukan eksperimen di orbit maupun mengangkut peralatan sebelum kembali ke Bumi. Namun, para ahli mencatat belum ada bukti yang menyimpulkan bahwa kedua wahana ini memiliki kemampuan atau tujuan yang identik.
Program rahasia China ini sering kali dikaitkan dengan nama Shenlong (Naga Suci), meskipun Beijing tidak pernah memberikan konfirmasi resmi mengenai penamaan tersebut. Sejarah pengembangan program ini dapat ditelusuri kembali ke tahun 2007, ketika prototipe awalnya tertangkap kamera dibawa di bawah badan pesawat pengebom H-6.
Dalam beberapa tahun terakhir, China secara konsisten terus meningkatkan kemampuan daya tahan dan durasi operasional wahana eksperimentalnya di orbit. Misi yang diluncurkan pada tahun 2022 berhasil mencatatkan waktu jelajah sekitar 276 hari di luar angkasa sebelum akhirnya kembali mendarat di Bumi pada Mei 2023.
Pencapaian ini kemudian dilanjutkan oleh misi berikutnya yang diluncurkan pada September 2024, di mana wahana tersebut mampu bertahan di orbit selama sekitar 268 hari. Rekam jejak pengujian ini terus berlanjut hingga Februari 2026, saat China kembali meluncurkan wahana antariksa eksperimental serupa menggunakan roket Long March-2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan untuk menguji berbagai teknologi daur ulang dan mendukung aktivitas antariksa di masa depan.
Implikasi Strategis dan Militer
Dari sudut pandang strategis, keberadaan wahana antariksa yang dapat digunakan kembali menawarkan berbagai keunggulan fleksibel, mulai dari mengangkut muatan eksperimental, menguji sensor, melepaskan satelit kecil, hingga melakukan manuver orbital jangka panjang.
Di tengah persaingan global yang ketat, di mana satelit komunikasi, navigasi, dan pengawasan menjadi fondasi operasi modern, kemampuan bermanuver dalam jarak dekat ini memicu kekhawatiran sekaligus meningkatkan urgensi pemantauan bagi pertahanan Amerika Serikat. Meski demikian, para analis sepakat bahwa keberadaan foto ini belum membuktikan adanya niat ofensif, seperti upaya untuk menyerang atau menetralisir satelit lain.
Meskipun Beijing terus menjaga kerahasiaan ketat atas proyek ini, dokumentasi visual seperti yang dirilis oleh DIA menjadi kepingan puzzle penting untuk memahami dinamika kemajuan teknologi antariksa global saat ini. (RW)
