Pecahkan Rekor Rute Komersial Terjauh, Uji Coba Airbus A350-1000ULR Ditonton 3,65 Juta Orang di Flightradar24

Penerbangan A350-1000ULR Project SunriseAirbus/Qantas
Penerbangan A350-1000ULR Project Sunrise.

AIRSPACE REVIEW – Fenomena pemantauan penerbangan langsung kini tidak lagi sekadar hobi bagi para pecinta aviasi, melainkan telah bertransformasi menjadi sarana utama bagi masyarakat dunia untuk menyaksikan jalannya peristiwa sejarah secara waktu nyata. Berdasarkan data eksklusif dari Flightradar24 yang dirilis oleh Aerospace Global News, sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat ada 17 penerbangan yang berhasil menarik perhatian lebih dari satu juta pengamat di seluruh dunia.

Antusiasme publik tersebut didorong oleh berbagai momen besar, mulai dari uji coba teknologi penerbangan komersial jarak jauh, dinamika konflik geopolitik, ajang olahraga internasional, hingga misi eksplorasi antariksa.

Posisi puncak penerbangan paling banyak diikuti tahun 2026 didominasi oleh program uji coba pesawat ultra-jauh milik Airbus, yaitu A350-1000ULR, yang dikembangkan untuk proyek Project Sunrise maskapai Qantas. Penerbangan dari Melbourne menuju Toulouse pada 28 Juli mencatatkan rekor tertinggi dengan total 3,65 juta penonton sekaligus menjadi penerbangan komersial terjauh di dunia.

Sementara itu, rute sebaliknya dari Toulouse menuju Melbourne pada 24 Juli menempati urutan kedua dengan 2,97 juta penonton. Meskipun penerbangan A350 mengumpulkan total penonton terbanyak secara akumulatif, rekor jumlah penonton bersamaan (peak live audience) justru dipegang oleh pesawat riset WB-57 milik NASA. Saat memantau kembalinya kapsul misi Artemis II di lepas pantai California pada 11 April, pesawat NASA tersebut disaksikan oleh 153.548 pengguna secara bersamaan dari total 1,15 juta penonton.

Ketegangan Geopolitik

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi faktor utama yang memicu lonjakan pemantauan udara, dengan menyumbang sembilan dari 17 penerbangan paling populer tahun ini. Pergerakan pesawat Boeing 767 Israel saat meninggalkan Tel Aviv pada 28 Februari berada di peringkat ketiga dengan 2,13 juta penonton.

Publik juga secara intensif memantau pergerakan pesawat militer dan tanker seperti Airbus A330 MRTT milik Uni Emirat Arab serta RAF Voyager milik Inggris. Di saat yang sama, disrupsi ruang udara membuat penerbangan komersial rute Timur Tengah dari Emirates, Etihad, dan Lufthansa ikut disorot jutaan penonton, termasuk penerbangan Mahan Air menuju Tehran yang berlangsung di tengah pemberitahuan penutupan ruang udara Iran.

Eurforia Piala Dunia 2026

Euforia Piala Dunia 2026 turut memperluas jangkauan pemantauan penerbangan ke ranah olahraga, di mana para pendukung antusias mengawal perjalanan tim nasional kesayangan mereka. Penerbangan piagam tim sepak bola Norwegia dari Fort Lauderdale ke Oslo pada 13 Juli menarik 1,29 juta penonton, disusul oleh penerbangan timnas Brasil dari Rio de Janeiro ke Newark dengan 1,18 juta penonton, serta kepulangan timnas Spanyol ke Madrid yang disaksikan 1,11 juta orang.

Selain itu, peristiwa darurat di udara juga menyita perhatian publik, seperti yang dialami pesawat Boeing 777 milik British Airways pada 5 Oktober yang memancarkan kode darurat squawk 7700 akibat masalah tekanan udara sebelum akhirnya kembali mendarat di London Heathrow dengan disaksikan 1,10 juta pengamat.

Meningkatnya tren ini membawa Flightradar24 mencapai 60 juta pengguna aktif bulanan. Director of Communications Flightradar24, Ian Petchenik, menjelaskan bahwa pelacakan penerbangan kini telah menjadi cara baru bagi publik luas untuk berinteraksi dengan berita dunia secara langsung.

Menurutnya, penerbangan dengan audiens terbesar sering kali memiliki makna mendalam yang melampaui industri aviasi itu sendiri, mulai dari memantau kepulangan tim juara dunia hingga mengamati situasi krisis geopolitik secara langsung dari layar ponsel. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *