Pangkalan Drone Baru Rusia di Millerovo Mampu Luncurkan 100 Serangan Per Hari

Drone jet Geran-4 dan Geran-5 RusiaVia X
Drone jet Geran-4 dan Geran-5 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan sedang membangun fasilitas peluncuran drone serang baru di dekat lapangan terbang militer Millerovo, Wilayah Rostov, yang berlokasi hanya beberapa kilometer dari perbatasan wilayah Luhansk, Ukraina. Berdasarkan laporan Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) yang didukung analisis citra satelit, pembangunan pangkalan ini berlangsung sangat cepat, mulai dari area kosong pada akhir Agustus hingga telah memiliki posisi peluncuran dan infrastruktur pendukung pada pertengahan Oktober 2026.

Setelah konstruksi selesai sepenuhnya, fasilitas baru ini diperkirakan bakal mampu mendukung hingga 100 peluncuran drone serang setiap harinya.

Konfigurasi situs tersebut mengindikasikan bahwa pangkalan ini dirancang khusus untuk mempersiapkan dan meluncurkan drone bertenaga jet berkecepatan tinggi, seperti varian Geran-4 dan Geran-5. Pemilihan lokasi yang hanya berjarak 3,5 km dari lapangan terbang Millerovo juga memberi keuntungan strategis bagi Rusia, karena pangkalan baru tersebut dapat langsung dilindungi oleh sistem pertahanan udara yang sama sekaligus memanfaatkan jaringan jalan, komunikasi, dan logistik militer yang sudah ada.

Kehadiran pangkalan ini memperluas jaringan fasilitas peluncuran drone permanen Rusia yang kini berjumlah setidaknya 12 lokasi, termasuk pangkalan Tsymbulova di wilayah Oryol.

Produksi Drone Ditingkatkan

HUR menambahkan, pembangunan pangkalan drone baru Rusia tersebut berjalan seiring dengan upaya modernisasi dan peningkatan produksi drone jet Rusia. Model Geran-4 kini memiliki jangkauan hingga 770 km, dilengkapi mesin jet domestik, hulu ledak penembus struktur jembatan maupun tiang listrik, serta sistem navigasi optik berbasis pemetaan medan agar tidak bergantung pada sinyal satelit.

Sementara itu, varian Geran-5 memiliki daya jelajah hingga 950 km dan modifikasi navigasi serupa. Hingga awal Oktober, produksi gabungan kedua jenis drone jet ini mencapai sekitar 2.000 unit per bulan, yang kerap diluncurkan bersamaan dengan ribuan drone konvensional untuk menguras sistem pertahanan udara Ukraina.

Meski demikian, pihak intelijen Ukraina menekankan bahwa intensitas serangan harian di lapangan nantinya tetap bergantung pada ketersediaan stok drone, bahan bakar, hulu ledak, serta kesiapan kru operasional. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *