Daya Gedor Tanpa Awak: Quadcopter TRV-150 Siap Sapu Bersih Ancaman Swarm Drone
BAE SystemsAIRSPACE REVIEW – Sejak ditemukannya drone quadcopter, wahana tanpa awak ini telah berkembang pesat menjadi senjata udara yang efisien, berbiaya relatif murah, dan minim risiko bagi para operator yang mengendalikannya dari jarak jauh.
Namun, meluasnya penggunaan one-way attack drone atau drone bunuh diri di medan tempur modern menciptakan ancaman baru berupa potensi serangan swarm drone massal.
Kondisi ini membuat sistem pertahanan udara konvensional kewalahan, mengingat penggunaan rudal pencegat berharga mahal untuk menjatuhkan drone murah sangat tidak efisien secara ekonomi.
Menjawab tantangan tersebut, BAE Systems bersama mitra strategisnya meluncurkan inovasi terbaru melalui pengujian yang diselenggarakan oleh Office of the Under Secretary of War for Research and Engineering Amerika Serikat di Eglin Air Force Base, Florida, pada akhir September 2026.
Dalam latihan bertajuk Joint Readiness Experimentation tersebut, sebuah drone quadcopter kargo berat Malloy T-150 yang telah dimodifikasi menjadi varian taktis TRV-150 sukses mencegat dan melumpuhkan beberapa drone sasar udara secara berturut-turut dalam satu kali penerbangan tanpa perlu mendarat atau mengisi ulang amunisi.
Bermesin Delapan Rotor Bertenaga Listrik
TRV-150 dikembangkan dari platform dasar T-150 buatan Malloy Aeronautics, perusahaan Inggris yang diakuisisi BAE Systems pada Februari 2024. Drone bermesin delapan rotor bertenaga listrik ini awalnya dirancang sebagai wahana pengangkut logistik militer berkapasitas muatan 68 kg (150 pon) dan telah dioperasikan secara resmi oleh Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) sejak September 2025.
Melalui kolaborasi bersama SURVICE Engineering asal Maryland untuk penyesuaian standar militer AS serta divisi FalconWorks milik BAE Systems, wahana kargo ini ditransformasikan menjadi platform pencegat mematikan dengan mengintegrasikan tiga pod peluncur roket berpandu laser Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) 70 mm.
Keberhasilan di Eglin menjadi puncak dari serangkaian uji tembak langsung (live-fire) selama 18 bulan terakhir. Sebelumnya pada Mei 2025, TRV-150 mencatatkan sejarah di Dugway Proving Ground, Utah, sebagai drone tanpa awak pertama yang sukses menembakkan roket APKWS ke sasaran udara dan darat tanpa meleset.
Perkembangan berlanjut pada 20 Mei 2026 di Fort Rucker, Alabama, di mana pengujian difokuskan pada integrasi peluncur tiga tabung sekaligus menguji stabilitas struktur drone dalam mengompensasi gaya dorong saat roket diluncurkan.
Konsep ini menawarkan keunggulan taktis yang luar biasa di lapangan. Dengan jangkauan jelajah drone hingga 37 km, durasi operasional 36 menit, serta jangkauan tembak roket presisi hingga 6 km, TRV-150 menjadi solusi pertahanan udara yang efisien, responsif, dan berbiaya rendah.
Selain itu, sifatnya yang dual-use memungkinkan armada drone ini dengan cepat dialihfungsikan kembali untuk misi pasokan logistik maupun pengintaian saat situasi tempur mereda.
Ke depan, BAE Systems dan SURVICE merencanakan pengujian lanjutan untuk mengoperasikan TRV-150 dari atas kapal perang guna memperkuat sistem pertahanan armada laut dari ancaman serangan drone. (PN)
