Intip Desain Canggih Kapal Induk Peluncur UUV Raksasa Terbaru China
Baidu, AFPAIRSPACE REVIEW – China dilaporkan tengah membangun kapal khusus kedua yang dirancang untuk mengangkut, meluncurkan, serta memulihkan kendaraan bawah air tanpa awak (Unmanned Underwater Vehicle/UUV).
Keberadaan kapal baru tersebut terdeteksi di galangan Guangzhou Shipyard International, anak perusahaan BUMN China State Shipbuilding Corporation yang berfokus pada pembuatan kapal-kapal spesialis.
Fitur Khusus Peluncuran UUV
Meskipun ukurannya diperkirakan sepertiga lebih kecil dibandingkan kapal serupa yang sebelumnya dibangun di galangan kapal Shanghai, kapal terbaru di Guangzhou ini tetap mempertahankan desain utama yang identik.
Ciri khas arsitektur kapal ini mencakup struktur atas (superstructure) tinggi berbentuk persegi panjang, geladak atas terbuka, hanggar penampungan di belakang struktur depan, serta kompartemen khusus di bagian buritan untuk mengakomodasi UUV.
Meskipun spesifikasi rinci kapal versi Guangzhou ini belum dirilis secara resmi, varian awal yang berada di Shanghai diketahui memiliki dimensi panjang sekitar 204 meter dan lebar hingga 30 meter.
Seperti dilaporkan TWZ, kapal tersebut dirancang dengan sistem mekanis canggih berupa platform khusus sepanjang 50 meter di area buritan yang dapat diturunkan ke air menggunakan struktur pengangkat vertikal untuk memfasilitasi proses peluncuran maupun evakuasi UUV di laut lepas.
UUV Berukuran Raksasa
Rancangan canggih kapal pengangkut ini disiapkan khusus untuk mendukung pengoperasian UUV generasi baru China yang berukuran raksasa (Extra-Large UUV).
Pada September 2025, China telah memamerkan beberapa platform UUV utama kepada publik, seperti model HSU100 dan AJX002.
Berdasarkan analisis South China Morning Post, beberapa varian drone bawah air ini dirancang menggunakan sistem pendorong reaktor nuklir sekali pakai.
Inovasi pendorong ini memungkinkan drone melaju dengan kecepatan jelajah lebih dari 30 knot (sekitar 55 km/jam) dan beroperasi secara mandiri hingga 200 jam.
Setelah daya reaktor habis dan dilepas ke dasar laut, UUV akan melanjutkan navigasi serta misi penyerangan menggunakan tenaga baterai cadangan dan muatan senjata konvensional. (PN)
