Rosoboronexport Resmi Tawarkan Robot Tempur Beroda Rantai Nerekhta-E ke Pasar Internasional

Kendaraan tempur darat tak berawak Nerekhta-EROE
Kendaraan tempur darat tak berawak Nerekhta-E.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan eksportir senjata milik negara Rusia, ROSOBORONEXPORT JSC, resmi meluncurkan pemasaran global untuk sistem robotik beroda rantai terbarunya, Nerekhta-E.

Kendaraan tempur nirawak darat (unmanned combat ground vehicle/UCGV) hasil pengembangan Pabrik V.A. Degtyarev ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas misi sekaligus menekan risiko korban jiwa di garis depan, baik dalam operasi militer gabungan maupun kontra-terorisme di area medan terbuka dan perkotaan.

Langkah pengenalan ke pasar internasional ini menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Rusia.

Mengenai kesiapan dan keunggulan teknologi sistem robotik tersebut, Direktur Jenderal ROSOBORONEXPORT, Alexander Mikheev, mengatakan bahwa Nerekhta-E adalah UCGV tempur pertama Rusia yang berhasil menyelesaikan pengujian resmi skala penuh.

“Sistem ini dikembangkan sesuai dengan konsep peperangan modern yang memprioritaskan pengurangan risiko bagi operator, kapabilitas berbasis jaringan (network-centric), serta pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa sistem ini menawarkan sejumlah keunggulan unik yang telah teruji dalam kondisi dunia nyata.

Yang utama di antaranya adalah sifat modular dan fleksibilitasnya, yaitu tergantung pada kebutuhan taktis.

Robot ini dapat dilengkapi dengan senjata ringan, pelontar granat, atau persenjataan antitank, serta mampu menjalankan misi seperti mengangkut prajurit yang terluka atau kargo hingga bobot 1.000 kg.

Berkat penggerak hibridanya, robot ini beroperasi secara senyap. Penggunaan motor listrik mengurangi jejak termalnya sehingga lebih sulit dideteksi melalui saluran pencitraan termal.

“Otonomi yang ditingkatkan berhasil dicapai melalui penerapan solusi teknis yang inovatif,” kata Mikheev.

Pengoperasian dari Jarak Jauh

Pengoperasian Nerekhta-E dilakukan secara jarak jauh untuk mengintai posisi musuh, memberikan dukungan tembakan, hingga melumpuhkan berbagai target darat maupun udara.

Berbobot kotor 2.100 kg (atau hingga 2.700 kg dalam konfigurasi pengangkut), kendaraan berlapis baja ini sanggup melaju hingga 20 km/jam.

Sistem penggeraknya memungkinkan robot beroperasi terus-menerus selama 4 jam saat bergerak, atau hingga 20 jam dalam mode pemantauan (surveillance mode).

Untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan, ROSOBORONEXPORT menawarkan Nerekhta-E dalam beberapa pilihan modul muatan.

Pilihan tersebut mencakup modul senjata ringan dan pelontar granat (senapan mesin Kord 12,7 mm dan AG-30M 30 mm), modul anti-tank dengan empat rel peluncur rudal 9M133 Kornet dan 9M134 Bulat yang mendukung mode penembakan tandem, serta modul transportasi dan pengintaian.

Penjualan sistem robotik canggih ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Rusia di pasar persenjataan global. Mikheev menegaskan komitmen serta arah kebijakan ekspor perusahaan tersebut.

“Promosi dan pasokan sistem robotik ke negara-negara yang bersahabat dengan Rusia sejalan dengan tujuan dan sasaran kerja sama militer-teknis yang ditugaskan kepada ROSOBORONEXPORT oleh Presiden Federasi Rusia. Sasaran ini mencakup penguatan posisi negara di pasar senjata global serta perluasan lini produk dan geografi penjualan,” kata dia.

Pada saat yang sama, dalam aktivitas perdagangan luar negerinya, eksportir khusus ini tetap memprioritaskan pemenuhan kewajiban produsen terhadap Kementerian Pertahanan Rusia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *