Upaya Mandiri Teknologi: Rusia Ganti Mesin Tiongkok pada Drone Jet Geran-4
GURAIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan telah meningkatkan kemampuan drone serang bertenaga jet Geran-4 dengan membekalinya mesin buatan dalam negeri serta sistem navigasi optik baru.
Informasi ini diungkapkan oleh Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (DIU) melalui portal War&Sanctions.
Pasukan Rusia diketahui mulai mengoperasikan versi pembaruan dari pesawat nirawak ini sejak musim gugur tahun ini.
Salah satu peningkatan utama terletak pada integrasi modul MOKH baru berbasis sensor magneto-induktif presisi tinggi PNI5GA buatan perusahaan asal Amerika Serikat, PNI Sensor.
Sensor tersebut bekerja secara terpadu dengan modul inersia SADRA untuk mengurangi penyimpangan giroskop, sehingga meningkatkan akurasi navigasi otonom drone.
Selain memanfaatkan navigasi satelit dan inersia, Rusia juga menambahkan sistem korelasi elektro-optik “Susanin” yang berfungsi membandingkan citra dari sensor optik dengan gambar acuan di memori komputer guna menyesuaikan rute penerbangan dari titik luncur hingga ke sasaran.
Mesin Buatan Dalam Negeri
Pada sektor dapur pacu, Rusia kini mengganti mesin turbojet Telefly TF-TJ2000A asal Tiongkok dengan mesin setara yang diproduksi secara lokal di Alabuga.
Berdasarkan laporan Oboronka, mesin yang dirakit di Rusia tersebut harus menjalani pengujian dan modifikasi tambahan akibat kualitas manufaktur dari Tiongkok yang dinilai kurang memadai.
Di antara puing-puing drone, penyelidik menemukan impeller turbocharger berlabel Rusia yang memiliki lubang-lubang bor khusus untuk penyeimbangan bobot.
Modifikasi ini dilakukan untuk mengurangi gaya sentrifugal serta menekan getaran yang berisiko memicu kerusakan mesin pada kecepatan putar tinggi.
Hulu Ledak Terarah
Untuk meningkatkan efektivitas daya rusak, Geran-4 kini dibekali hulu ledak berdaya ledak terarah (KRSN shaped-charge cutting warhead) yang dirancang khusus guna menghancurkan struktur jembatan dan menara saluran transmisi listrik.
Meski begitu, komponen elektronik lainnya pada drone ini dilaporkan masih identik dengan modul yang digunakan pada versi Geran sebelumnya.
Secara spesifikasi, Geran-4 merupakan drone serang berdesain flying-wing yang dirancang untuk menghantam sasaran jarak menengah hingga jauh.
Drone ini memiliki panjang badan sekitar 3 m, bentang sayap lebih dari 2,5 m, dan bobot peluncuran berkisar antara 200 hingga 250 kg dengan kapasitas hulu ledak mencapai 50 kg.
Ditenagai mesin turbojet, Geran-4 mampu melesat dengan kecepatan 400–500 km/jam serta menjangkau jarak efektif 400 hingga 600 km. (RNS)
