Modifikasi Otodidak, Taliban Pasang Peluncur Roket BM-27 Uragan di Atas Sasis Panser BMP

Taliban modifikasi BM-27 Uragan pada BMP-2Afganistan MoD
Taliban modifikasi BM-27 Uragan pada BMP-2.

AIRSPACE REVIEW – Kelompok Taliban memamerkan kreasinya dalam memodifikasi alutsista peninggalan Uni Soviet dengan memasang sistem peluncur roket multipel (MLRS) BM-27 Uragan kaliber 220 mm ke atas sasis rantai kendaraan tempur infanteri (IFV) seri BMP-1 atau BMP-2.

Video peluncur roket rakitan tersebut diunggah secara resmi oleh Kementerian Pertahanan Afganistan saat diangkut menggunakan truk semi-trailer.

Dalam rekaman tersebut, kubah meriam standar pada sasis rantai BMP tampak telah dilepas sepenuhnya dan digantikan oleh platform berputar yang mengusung unit peluncur 16 tabung roket milik BM-27 Uragan.

Guna menjaga stabilitas kendaraan saat mengeksekusi penembakan roket, dua dongkrak hidrolik lipat dipasang pada bagian belakang lambung untuk menahan guncangan serta mengurangi beban langsung pada sistem suspensi rantai.

Langkah memindahkan sistem peluncur dari sasis asli truk roda 8X8 ZIL-135LM ke sasis rantai BMP ini diduga kuat ditujukan untuk meningkatkan mobilitas di medan bergunung-gunung dan jalanan berbatu khas wilayah Afganistan.

Meski demikian, penambahan bobot ekstrem dari peluncur 220 mm tersebut diprediksi bakal mempercepat kerusakan sistem transmisi sasis BMP sekaligus mengurangi tingkat akurasi tembakan roket yang berjangkauan hingga 35 km tersebut.

Sejarah mencatat bahwa Uni Soviet pernah mengimpor lebih dari 1.000 unit BMP-1/BMP-2 serta sekitar 50 unit sistem peluncur BM-27 Uragan ke Afganistan sepanjang era 1970-an hingga 1980-an.

Sebagian besar persenjataan sisa konflik masa lalu yang masih tersisa dan dapat difungsikan akhirnya jatuh ke tangan Taliban setelah kelompok tersebut kembali memegang kendali kekuasaan di negara tersebut pada tahun 2021.

Modifikasi Ribuan Aset Persenjataan

Seperti diketahui, Taliban merupakan gerakan keagamaan dan politik fundamentalis Islam yang awalnya dibentuk pada awal tahun 1990-an di wilayah Afganistan selatan oleh Mullah Omar bersama kelompok santri militer.

Kelompok ini pertama kali merebut tampuk kekuasaan di Kabul pada tahun 1996 dan menerapkan aturan hukum agama yang sangat ketat sebelum akhirnya ditumbangkan oleh invasi militer Amerika Serikat dan koalisi internasional pasca-peristiwa 11 September 2001.

Setelah melancarkan perang gerilya yang berlarut-larut selama dua dekade melawan pemerintah yang didukung Barat, Taliban berhasil merebut kembali kendali atas seluruh wilayah Afganistan pada Agustus 2021 menyusul penarikan penuh pasukan militer Amerika Serikat.

Sejak saat itu, pemerintahan de facto Taliban menguasai seluruh struktur pertahanan negara, termasuk mengelola dan memodifikasi ribuan aset persenjataan warisan Uni Soviet serta peralatan militer modern yang ditinggalkan oleh pasukan koalisi. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *