Tanpa Pesaing, Angkatan Darat AS Boyong Drone Teruji Tempur Raybird-3 Ukraina

Angkatan Darat AS mengakuisisi drone Raybird-3 dari UkrainaSkyeton
Angkatan Darat AS mengakuisisi drone Raybird-3 dari Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Komando Kontrak Angkatan Darat AS (Army Contracting Command/ACC) yang bermarkas di Redstone Arsenal, Alabama telah memberikan kontrak senilai 10,6 juta USD kepada Skyeton Inc., anak perusahaan Skyeton Ukraina yang berbasis di AS, untuk pembelian drone Raybird-3.

Menariknya, Skyeton Inc., merupakan satu-satunya perusahaan yang mengajukan penawaran untuk program ini dan menang tanpa pesaing.

ACC belum mengatakan berapa banyak sistem Raybird yang akan dibeli, hanya diungkapkan bahwa pengiriman drone harus tuntas pada 15 Desember 2026.

Ratusan Ribu Jam Terbang

Raybird adalah drone taktis model sayap tetap berukuran kecil yang dirancang untuk misi pengintaian jangka panjang.

Untuk spesifikasinya, drone berdimensi panjang 4,2 m, lebar sayap 4,2 m, dan Berat Lepas Landas Maksimum (MTOW) 23 kg.

Sebagai tenaga penggeraknya adalah mesin bensin empat tak dengan sistem injeksi bahan bakar elektronik (EFI), dapat terbang dengan kecepatan jelajah 140 km/jam.

Drone dapat terbang hingga hampir 28 jam tanpa henti, menempuh jarak lebih dari 2.500 km, dan beroperasi pada ketinggian hingga 5.500 m dengan membawa muatan sensor seberat 5 hingga 10 kg.

Raybird-3 dirancang untuk beroperasi pada suhu mulai dari minus 35°C hingga 55°C, atau beroperasi dari kondisi dingin Arktik hingga panas gurun.

Skyeton mengklaim bahwa drone keluarga Raybird telah mencatat lebih dari 350.000 jam terbang dalam medan tempur di Ukraina melawan Rusia.

Banyak Mitra Dunia

Skyeton didirikan di Ukraina pada tahun 2006, awalnya perusahaan ini membangun pesawat olahraga ringan sebelum beralih ke sistem tanpa awak. Salah satu produk unggulannya adalah Raybird.

Selain dengan AS, Skyeton juga telah membentuk usaha patungan dengan perusahaan Inggris Prevail Partners, yang disebut Skyeton Prevail Solutions, guna memproduksi Raybird untuk pasar NATO.

Perusahaan ini juga bermitra dengan pembuat sensor Prancis Harmattan AI untuk mengintegrasikan muatan berbasis AI ke pesawat, dan menjual Raybird di Polandia melalui distributor lokal. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *