Daya Jangkau Bom Berpemandu Rusia Makin Jauh, Setara Pengeboman Massal AS di Irak

Rusia meningkatkan serangan udara menggunakan bom UMPKRussian MoD
Rusia meningkatkan serangan udara menggunakan bom UMPK.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) dilaporkan telah meningkatkan intensitas serangan bom berpemandu bulanan ke tingkat yang menyamai sejumlah kampanye udara besar milik Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Departemen Perang AS dan riset analis organisasi pemikir independen RUSI (Royal United Services Institute) dari Inggris, menunjukkan lonjakan signifikan dalam penggunaan amunisi presisi tinggi tersebut.

Pada Agustus 2026, militer Rusia mengerahkan sebanyak 8.766 bom udara yang dilengkapi modul pemenadu dan koreksi universal (UMPK) di wilayah Ukraina. Jumlah ini sana dengan rata-rata penggunaan hingga 283 amunisi per hari.

Tingkat penggunaan senjata presisi tinggi ini bahkan melampaui intensitas Angkatan Udara AS (USAF) selama Operasi Epic Fury melawan Iran, yang saat itu mencatatkan rata-rata pengerahan 211 hingga 237 bom berpandu per hari oleh penerbang Amerika.

Meski demikian, intensitas serangan Rusia saat ini masih berada di kisaran separuh dari skala pengeboman massal AS pada fase utama invasi Irak tahun 2003, yang mencapai sekitar 509 amunisi presisi per hari.

Desain Serupa

Perangkat JDAM milik Amerika Serikat dan modul UMPK buatan Rusia sama-sama mengusung konsep desain serupa, yakni mengubah stok bom bebas jatuh (free-fall bomb) konvensional menjadi senjata presisi tinggi tanpa perlu memproduksi amunisi baru dari nol.

Jika Amerika Serikat telah membangun persediaan senjata jenis ini sejak akhir dekade 1990-an, industri pertahanan Rusia mampu meningkatkan produksi massal UMPK dalam waktu relatif singkat di tengah kecamuk perang.

Selain UMPK, laporan sebelumnya juga mencatat bahwa pada akhir Juli lalu, Rusia menyerang wilayah Pavlohrad, yang berjarak sekitar 75 kilometer dari garis depan, sebanyak tiga kali menggunakan bom udara berpemandu.

Hal ini mengindikasikan dibukanya kembali penggunaan bom udara UMPB-5R yang telah dilengkapi mesin pendorong jet untuk menjangkau sasaran jarak jauh. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *