Gunakan AH-64E Apache, TNI dan US Army Gelar Latihan Serang Darat Malam Hari di Baturaja

AH-64E Apache Guardian TNI AD dan US Army.Super Garuda Shield
AH-64E Apache Guardian TNI AD dan US Army.

AIRSPACE REVIEW – Penerbang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan US Army menggelar latihan penerbangan malam bersama sebagai bagian dari rangkaian latihan gabungan bergengsi Super Garuda Shield 2026.

Menggunakan helikopter serang canggih Boeing AH-64E Apache Guardian, para penerbang dari kedua negara mengeksekusi manuver taktis kompleks serta penembakan sasaran di bawah kegelapan malam.

Latihan yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja dan Martapura, Sumatera Selatan, ini menjadi bukti menguatnya kemitraan strategis militer kedua negara.

Latihan bertajuk Joint Land Strike ini juga melibatkan kolaborasi erat antara personel US Army, TNI AU, serta pengontrol serangan terminal (Joint Terminal Attack Controller/JTAC) dari Angkatan Udara Australia.

Melalui kerja sama lintas matra ini, para personel dilatih untuk mengoordinasikan serangan udara ke darat secara presisi tinggi dalam skenario pertempuran nyata.

4.743 Personel dari 21 Negara

Pusat Penerangan (Puspen) TNI melaporkan, latihan penerbangan malam ini berfokus pada peningkatan kemahiran tempur individu sekaligus menguji operasional sistem persenjataan pada kondisi minim cahaya (low-light conditions).

Selain itu, materi latihan dirancang untuk mempererat pertukaran pengetahuan taktis dan teknis antar penerbang helikopter serang kedua negara.

Seluruh rangkaian latihan penerbangan taktis tersebut terlaksana dengan aman dan lancar tanpa insiden, dengan tetap mematuhi standar dan protokol keselamatan penerbangan internasional secara ketat.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan, Super Garuda Shield 2026 merupakan ajang tahunan yang terus berkembang skala dan cakupannya.

Tahun ini, latihan melibatkannya sebanyak 4.743 personel yang berasal dari 21 negara peserta dan pengamat, mencakup 12 topik pertahanan spesialis.

Info Lainnya: Dari Perang Hutan ke Serbuan Kota: USMC dan Marinir TNI AL Uji Taktik Gabungan di Lampung

Latihan gabungan berskala besar ini tidak hanya terpusat di Sumatera Selatan, melainkan tersebar di berbagai titik lokasi strategis Indonesia.

Lokasi latihan mencakup area Jakarta, Bandung, Lampung, wilayah perbatasan Nunukan di Kalimantan Utara, hingga Pusat Latihan Tempur Baturaja.

Negara-negara yang terlibat dan mengirimkan personel maupun pengamat dalam latihan ini antara lain Australia, Inggris, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Jerman, Prancis, Kanada, India, Brazil, Selandia Baru, hingga negara-negara kawasan ASEAN.

Rangkaian latihan multinasional Super Garuda Shield 2026 yang bertujuan memperkuat diplomasi pertahanan serta kesiapsiagaan menjaga stabilitas kawasan ini dijadwalkan bakal ditutup secara resmi di Jakarta pada 11 September mendatang. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *