Bukan Pakai Roket, JP Aerospace Ungkap Konsep Wahana Hipersonik Hazel yang Diluncurkan dari Balon Udara

Konsep wahana hipersonik dari JP AerospaceJP Aerospace
Konsep wahana hipersonik dari JP Aerospace

AIRSPACE REVIEW – JP Aerospace, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Rancho Cordova, California, Amerika Serikat dan sepenuhnya dikelola oleh sukarelawan, mengungkap konsep wahana hipersonik yang diluncurkan dari balon udara pada ketinggian tinggi.

Berdasarkan gambar animasi yang dibagikan oleh presiden JP Aerospace, John Powell, menunjukkan sebuah wahana bersayap bernama Hazel dilepaskan dari dua balon kembar yang dihubungkan oleh struktur rangka panjang yang disebut SuperTandem.

Namun mereka tidak menyebutkan kapan prototipe Hazel selesai dibangun dan akan diuji coba, serta belum mengungkapkan spesifikasi teknis dan performanya.

Menuju Stasiun Langit Gelap

Tujuan jangka panjang kelompok ini dikenal sebagai program Airship to Orbit, upaya mencapai ruang angkasa melalui serangkaian kendaraan yang lebih ringan dari udara, bukan roket antariksa konvensional.

Mereka menawarkan sebuah wahana udara stratosfer yang digunakan untuk membawa orang dan kargo ke platform ketinggian tinggi yang disebut sebagai Stasiun Langit Gelap.

Selanjutnya akan berfungsi sebagai titik transit untuk wahana udara yang jauh lebih besar, dan dirancang untuk berakselerasi perlahan ke kecepatan orbit selama beberapa hari menggunakan propulsi listrik.

Berdiri Sejak Akhir 1970

JP Aerospace didirikan pada akhir tahun 1970-an oleh perancang kedirgantaraan terkenal John Powell.

Mereka memiliki moto ‘America’s OTHER Space Program’ yang bertujuan mencapai akses ke luar angkasa dengan biaya rendah menggunakan wahana udara berbiaya lebih murah.

Untuk mewujudkan proyeknya, JP Aerospace mendapatkan dana dari crowdfunding, patreon, penjualan merchandise dan foto-foto udara untuk umum.

Pencapaian paling menonjol dari organisasi ini adalah wahana udara Tandem, berupa balon kembar dihubungkan oleh rangka serat karbon sepanjang 30 kaki (9 m), mencapai ketinggian 95.085 kaki (28.982 m) di atas Gurun Black Rock Nevada pada Oktober 2011.

Powell mengatakan pada saat itu mereka telah menghabiskan sekitar 30.000 USD untuk mengembangkan kendaraan tersebut selama lima tahun. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *