China Mulai Produksi Massal Drone Pencegat H-07

China mulai produksi drone pencegat H-07Shengying Technology

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan asal China, Shengying Technology, secara resmi telah memulai produksi massal drone pencegat generasi terbaru yang diberi nama H-07.

Pengumuman penting mengenai dimulainya tahap manufaktur skala besar tersebut disampaikan langsung oleh pihak produsen melalui media sosial resmi mereka.

Berdasarkan informasi dari Shengying Technology, interseptor ini dirancang secara khusus untuk menghadapi dan melumpuhkan berbagai jenis sasaran udara, mulai dari pesawat sayap tetap (fixed-wing), pesawat sayap delta (delta-wing), hingga kendaraan udara nirawak multirotor (multirotor UAV).

Dalam hal desain dan kemampuan operasional, drone H-07 mengusung rangka berukuran 7 inci serta menawarkan fleksibilitas peluncuran yang sangat praktis.

Perangkat ini dapat dilepaskan secara langsung dari landasan permukaan tanah maupun diluncurkan menggunakan alat peluncur genggam portabel.

Kecepatan Terbang hingga 320 Km/Jam

Saat mengudara, H-07 mampu memacu kecepatannya hingga batas maksimum 320 km/jam, dengan kisaran kecepatan jelajah normal antara 100 hingga 200 km/jam.

Selain itu, drone ini didesain untuk memiliki jarak jelajah hingga 15 km, durasi ketahanan baterai selama 10 menit, serta sanggup beroperasi pada ketinggian 50 hingga 2.000 m di atas permukaan tanah sambil membawa beban muatan hingga 300 gram.

Untuk menunjang tingkat akurasi pencegatan di udara, H-07 dilengkapi dengan algoritma pelacakan machine-vision YOLO yang bertugas mendeteksi serta mengunci target secara otomatis.

Sistem pemandu visual ini mampu mengenali objek sasaran selama resolusi citra target memenuhi ukuran minimal 50×50 piksel.

Pihak pengembang menetapkan batas jangkauan penguncian sasaran (lock-on range) ke dalam dua parameter skenario terpisah, yakni hingga jarak 300 m untuk skenario serangan darat ke udara (ground-to-air) dan hingga jarak 200 m untuk skenario pencegatan udara ke udara (air-to-air).

Tiga Sistem Pendingin

Guna menjaga kestabilan performa dan mencegah komplikasi termal saat terbang cepat, drone H-07 mengintegrasikan tiga sistem pendingin terpisah pada komponen utamanya.

Ketiga metode tersebut mencakup kipas pendingin khusus untuk menjaga suhu perangkat Electronic Speed Controller (ESC), lubang ventilasi aerodinamis pada bagian bodi drone, serta mekanisme pendingin terintegrasi khusus untuk modul pemancar video.

Hingga saat ini, pihak Shengying Technology masih enggan membeberkan rincian mengenai estimasi harga per unit maupun daftar pemesan resmi.

Perusahaan juga belum mengonfirmasi apakah drone H-07 sudah melalui tahap pengujian lapangan resmi, transaksi penjualan, atau penggelaran oleh pihak militer maupun instansi pemerintah tertentu.

Di tengah kemajuan teknologi pertahanan tersebut, situasi geopolitik global juga mencatat perkembangan penting ketika Amerika Serikat dan China secara resmi memulihkan kembali jalur komunikasi serta kontak antar komandan militer kedua negara pada 3 September 2026, setelah sempat mengalami pembekuan selama dua tahun. (JDN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *