F-15EX Resmi Meyandang Kode Ekor “ZZ”: Mulai Berdinas Permanen di Okinawa

F-15EX pertama dengan koden ZZ ditempatkan permanen di Kadena _ Airspace ReviewUSAF
F-15EX pertama dengan koden ZZ ditempatkan permanen di Kadena.

AIRSPACE REVIEW – Pangkalan Udara Kadena Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Okinawa, Jepang, secara resmi memulai proses transisi penempatan jet tempur Boeing F-15EX Eagle II.

Pesawat dengan kode ekor “ZZ” khas Kadena AB pertamanya telah bertolak dari fasilitas Boeing di St. Louis pada 28 Agustus 2026.

Sebelum berdinas di Kadena, pesawat bernomor 22-0022 tersebut terbang menuju Pangkalan Garda Udara Portland di Oregon untuk persiapan akhir sebelum melakukan penerbangan melintasi Samudra Pasifik.

Langkah ini menandai peralihan penting dari pengerahan armada rotasional ke penetapan kembali kekuatan tempur tetap guna memperkuat pertahanan udara kawasan di sepanjang rantai pulau pertama.

36 F-15EX Akan Ditempatkan Permanen di Kadena

Sebanyak 36 F-15EX akan ditempatkan secara permanen di Kadena di bawah rencana modernisasi armada tahun anggaran 2027.

Jet tempur berkursi ganda baru ini akan menggantikan 48 unit jet tempur F-15C/D yang telah dipensiunkan secara bertahap sejak November 2022.

Baca di Sini: F-15C/D Eagle pulang kampung dari Kadena Air Base ke AS

Kehadiran F-15EX di Jepang sekaligus mengakhiri ketergantungan selama bertahun-tahun pada pengerahan rotasional pesawat lain seperti F-15E Strike Eagle dan F-22 Raptor.

Kadena menjadi pangkalan tempur F-15EX kedua bagi USAF setelah Wing ke-142 Garda Nasional Udara Oregon di Portland.

Pilihan transit ke Portland dinilai sangat logis mengingat pengalaman Wing ke-142 dalam mengoperasikan Eagle II, sehingga pemeliharaan awal dan kesiapan personel dapat dimaksimalkan sebelum jet tempur tersebut bertolak menuju Jepang.

Posisi Strategis

Secara geografis, Kadena AFB memegang posisi yang sangat strategis di Okinawa, tepat di antara Laut China Selatan dan Samudra Pasifik.

Terletak sekitar 900 mil dari Tokyo, Seoul, Manila, dan Hong Kong, serta 1.200 mil di sebelah barat Guam, Kadena memberikan akses operasional yang relatif singkat menuju kawasan sensitif seperti Pendekatan Taiwan dan Semenanjung Korea.

Posisi terdepan ini memungkinkan jet tempur yang berbasis di Kadena merespons aktivitas udara regional dengan lebih cepat, melakukan misi pengawalan pertahanan udara, serta berintegrasi secara rutin dengan Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF).

Selain itu, Kadena berfungsi sebagai pusat logistik dan staging hub utama karena memusatkan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari pengisian bahan bakar di udara, komando dan kontrol, hingga pencarian dan penyelamatan tempur.

Beragam Fitur Unggulan F-15EX

Dari segi teknis, F-15EX Eagle II menghadirkan peningkatan kapabilitas yang signifikan dibandingkan pendahulunya, F-15C/D Eagle.

Pesawat ini dilengkapi radar AESA Raytheon AN/APG-82(V)1, sistem perang elektronik BAE Systems AN/ALQ-250 EPAWSS, kontrol digital fly-by-wire, komputer misi Advanced Display Core Processor II, serta layar kokpit berukuran besar 10X19 inci.

Pesawat ini juga dapat mengusung Legion Pod dengan sensor inframerah IRST21 untuk deteksi pasif.

F-15EX ditenagai dua mesin General Electric F110-GE-129 yang sanggup menghasilkan kecepatan hingga Mach 2,5.

Pesawat dirancang memiliki masa pakai struktur hingga 20.000 jam terbang dengan arsitektur sistem terbuka yang memudahkan pembaruan perangkat lunak dan persenjataan di masa depan.

Kapabilitas armada baru ini sangat relevan untuk mendukung operasi di Pasifik Barat melalui skema saling melengkapi (complementary role) bersama jet siluman generasi kelima seperti F-22 dan F-35.

F-15EX mampu beroperasi dari jarak yang aman dengan membawa muatan eksternal hingga 29.500 pon dan 12 rudal udara ke udara.

Muatan masif ini mencakup berbagai amunisi berat seperti AIM-120 AMRAAM, AIM-9 Sidewinder, AGM-158 JASSM, hingga bom pemukul presisi yang tidak muat di dalam kompartemen internal jet siluman.

Dalam skenario tempur, jet siluman F-22 atau F-35 yang berada lebih dekat dengan wilayah musuh dapat membagikan data target, sementara F-15EX meluncurkan serangan rudal dari jarak jauh. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *