Angkatan Darat Taiwan Gelontorkan Rp27 Triliun untuk 178 Kendaraan Tempur Cheetah
National DefenceAIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Taiwan menggelontorkan 1,7 miliar USD (setara Rp27 triliun) dalam anggaran pertahanan tahun 2027 untuk memproduksi dan mengoperasikan 178 unit kendaraan tempur lapis baja beroda ban Cheetah kaliber 105 mm buatan industri pertahanan dalam negeri.
Program pengadaan yang dirancang untuk periode 2027 hingga 2033 ini akan dimulai dengan pengiriman tahap awal sebanyak delapan unit dimulai tahun depan.
Pengiriman armada ini akan ditingkatkan secara bertahap setiap tahunnya untuk menggantikan veteran tank ringan M41D yang telah dipensiunkan.
Sebelumnya, tank M41D disiagakan di wilayah kepulauan luar serta kawasan strategis Hualien-Taitung di bagian timur Taiwan.
Kepastian pengadaan ini diumumkan setelah prototipe terakhir dari kendaraan tempur Cheetah berhasil lolos serangkaian pengujian dan evaluasi kinerja tahun lalu, media lokal melaporkan.
Keunggulan Tempur Cheetah
Kendaraan tempur Cheetah lahir dari kolaborasi strategis antara Armaments Bureau dan National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST) untuk memperkuat pertahanan darat Taiwan.
Di atas platform 8X8 berprofil rendah setinggi 2,9 m, kendaraan ini menawarkan mobilitas tinggi dengan kecepatan puncak mencapai 100 km/jam serta jarak jelajah operasional hingga 500 km.
Keandalan jelajahnya didukung kemampuan mengatasi sudut kemiringan hingga 60 persen, menerjang rintangan tegak setinggi 45 sentimeter, dan melintasi genangan air hingga kedalaman 70 cm.
Baca di Sini: Taiwan kembangkan panser kanon Yunpao 105 ISV 8X8
Dari segi persenjataan, Cheetah dibekali meriam alur (rifled cannon) kaliber 105 mm yang amunisinya sanggup menembus plat baja setebal 500 mm dari jarak 2.000 m.
Sistem persenjataannya makin lengkap berkat dukungan Remote Weapon Station (RWS) 12,7 mm, senapan mesin koaksial 7,62 mm, serta peluncur granat asap 12 tabung.
Untuk menjamin presisi di medan tempur, Cheetah mengusung kubah meriam tersinkronisasi dua sumbu (dual-axis stabilized turret) yang memungkinkan penembakan akurat saat bergerak.
Selain itu, ada juga sistem akuisisi target terintegrasi berteknologi hunter-killer yang kemampuannya setara dengan tank tempur utama M1A2T Abrams.
Modernisasi Hadapi Tiongkok
Pengadaan kendaraan lapis baja ini menjadi bagian penting dari modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Tiongkok.
Langkah pembaruan tersebut tecermin dalam dokumen anggaran pertahanan Taipei yang melokasikan 337,2 juta USD (sekitar Rp5,3 triliun) untuk pengadaan 4.647 unit kendaraan taktis ringan.
Selain itu, dialokasikan pula dana sebesar 2,5 miliar USD (sekitar Rp39,5 triliun) untuk memboyong 410 unit kendaraan tempur beroda ban varian kanon 30 mm dan 40 mm guna menggantikan pengangkut personel lapis baja tipe CM21 yang sudah tua. (PN)
