Tembus 600 Km, Jepang Modifikasi Rudal ASM-3 menjadi rudal udara ke udara jarak jauh

Jepang akan modifikasi ASM-3 jadi rudal AAM jarak jauhIstimewa
Jepang akan modifikasi ASM-3 jadi rudal AAM jarak jauh.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Jepang berencana memodifikasi rudal antikapal supersonik udara ke permukaan ASM-3 menjadi rudal udara ke udara jarak sangat jauh.

Informasi yang tertuang dalam dokumen anggaran pengadaan tahun 2027 ini ditujukan untuk menciptakan penangkal efektif terhadap pesawat musuh berjangkauan jauh, seperti pesawat pengawas radar (AWACS), tanker pengisi bahan bakar di udara, dan pesawat pembom strategis.

Berkat dukungan mesin ramjet, versi baru dari rudal ini diperkirakan mampu menembus jangkauan target hingga 400 hingga 600 km.

Lebih Dua Dekade

Pengembangan awal ASM-3 telah dimulai oleh Mitsubishi Heavy Industries sejak tahun 2003 untuk menggantikan pendahulunya, ASM-1 dan ASM-2, yang sudah usang.

Setelah melalui proses riset selama lebih dari satu dekade, pengujian rudal XASM-3 pada tahun 2017 menggunakan sasaran kapal perusak Shirane yang sudah pensiun berhasil mengonfirmasi performa senjata baru ini.

Kendati demikian, versi awal bermaksum jangkauan 200 km tersebut batal diproduksi secara massal karena dianggap tidak memadai oleh Kementerian Pertahanan Jepang untuk menembus sistem pertahanan udara Angkatan Laut modern.

Baca di Sini: Jet tempur F-2 Jepang uji rudal jelajah siluman jarak jauh, makin garang aja tajinya

Keputusan tersebut mendorong lahirnya varian ASM-3A yang ditingkatkan melalui pengurangan bobot dan optimasi konsumsi bahan bakar, sehingga jarak jelajahnya melonjak hingga 400 km atau lebih.

Dalam spesifikasi dasarnya, rudal berbobot peluncuran 940 kg dengan panjang 6 m dan diameter 350 mm ini membawa hulu ledak penetrating high-explosive seberat 150 kg yang dirancang khusus untuk menghantam kapal permukaan berukuran sedang hingga besar.

Rudal keluarga ASM-3 difungsikan utamanya sebagai persenjataan bagi jet tempur F-2 milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang.

Pengadaan AARGM-ER

Selain proyek modifikasi ASM-3 untuk menghantam sasaran udara dari jarak jauh, Kementerian Pertahanan Jepang juga dijadwalkan mulai memproses pengadaan rudal antiradar AARGM-ER pada tahun 2027 mendatang guna menandingi kerapatan sistem pertahanan udara China.

Langkah ini mempertegas pergeseran strategi pertahanan Jepang yang kini berfokus pada penguatan kapasitas daya tembak presisi dari jarak jauh (stand-off capabilities).

Dengan mengombinasikan rudal udara ke udara hasil modifikasi ASM-3 dan rudal antiradar AARGM-ER pada armada F-2, Jepang tidak hanya meningkatkan kemampuan pencegahan kawasan (deterrence), tetapi juga mengamankan ruang udara dari potensi ancaman armada udara dan sistem pertahanan rudal modern di wilayah Asia Timur. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *