Puing Boeing 737-400F K2 Airways ditemukan di Laut Arab, nasib lima kru belum diketahui

Boeing 737 Cargo milik K2 AirwaysAdrian Cilia/Wikipedia
Boeing 737-400Fmilik K2 Airways.

AIRSPACE REVIEW – Puing-puing pesawat kargo Boeing 737-400F milik maskapai K2 Airways yang sempat dinyatakan hilang akhirnya berhasil ditemukan di Laut Arab setelah operasi pencarian besar-besaran dilakukan oleh otoritas Pakistan. Meskipun badan pesawat telah ditemukan, tim penyelamat masih terus berupaya mencari lima anggota kru yang berada di dalam penerbangan tersebut.

Menurut laporan Otoritas Bandara Pakistan, puing-puing pesawat ditemukan sekitar 53 mil laut (98 km) di sebelah selatan pelabuhan Ormara, Provinsi Balochistan.

Operasi pencarian di lokasi saat ini melibatkan kapal-kapal dari Angkatan Laut Pakistan, Badan Keamanan Maritim Pakistan, serta pesawat patroli udara.

Kendati demikian, proses evakuasi menghadapi tantangan berat karena kondisi perairan yang dalam dan arus laut yang sangat kuat.

Penerbangan dari Sharjah ke Karachi

Pesawat dengan nomor registrasi AP-BOI tersebut tengah melakukan penerbangan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan, dengan membawa kargo komersial.

Sesaat sebelum hilang kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara, kru pesawat sempat melaporkan adanya masalah pada sistem navigasi.

Data pelacakan penerbangan dari Flightradar24 menunjukkan adanya anomali ketinggian yang drastis pada menit-menit terakhir sebelum hilang dari radar.

Pesawat sempat kehilangan ketinggian sekitar 5.000 kaki secara cepat, kemudian sempat sedikit naik kembali, sebelum akhirnya menukik tajam.

Info Lain: TNI AU mengirimkan pesawat Boeing 737-400 untuk mengevakuasi WNI dari Sudan

Sinyal terakhir yang dipancarkan tercatat berada di ketinggian hanya 1.100 kaki dengan kecepatan turun melebihi 22.000 kaki per menit —kondisi yang dinilai para pakar penerbangan sangat kritis dan tidak normal.

Pihak maskapai K2 Airways memastikan ada lima orang di dalam pesawat, yang terdiri dari dua pilot, dua teknisi penerbangan (flight engineer), dan satu staf pendukung.

Pemerintah Pakistan menyatakan telah memberikan pendampingan kepada keluarga kru sembari menunggu hasil dari operasi pencarian.

Investigasi dan Pencarian Kotak Hitam

Boeing 737 yang jatuh ini diproduksi pada tahun 1999. Pesawat awalnya beroperasi sebagai pesawat penumpang sebelum akhirnya dikonversi menjadi pesawat kargo pada tahun 2012.

Pesawat ini baru bergabung dengan armada K2 Airways pada tahun 2024 dan merupakan satu-satunya Boeing 737 yang dioperasikan oleh maskapai tersebut.

Proses investigasi kecelakaan kini tengah berjalan sesuai protokol Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Karena pesawat ini diproduksi di Amerika Serikat, sejumlah lembaga internasional seperti Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Boeing, serta GE Aerospace turut serta membantu otoritas Pakistan dalam penyelidikan ini.

Fokus utama tim investigator saat ini adalah menemukan kotak hitam, yang terdiri dari perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR).

Namun, kedalaman laut di lokasi jatuhnya pesawat yang diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 meter diprediksi akan membuat pengangkatan puing-puing utama pesawat dan kotak hitam menjadi operasi yang sangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama.

Hingga kini, otoritas belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Berbagai kemungkinan masih terbuka untuk dianalisis, mulai dari kegagalan mekanis, gangguan sistem kendali penerbangan, kesalahan manusia (human error), kesalahan navigasi, hingga isu terkait distribusi beban kargo yang diangkut.

Jika tidak ada kru yang selamat, peristiwa ini akan menjadi kecelakaan penerbangan fatal pertama di Pakistan sejak jatuhnya pesawat Airbus A320 milik Pakistan International Airlines (PIA) di Karachi pada Mei 2020 lalu. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *