Pasukan Ukraina gunakan MANPADS FN-16 buatan China, asal-usul perolehannya tidak jelas

Pasukan Ukraina gunakan MANPADS FN-16 buatan ChinaAFU

AIRSPACE REVIEW – Sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) FN-16 buatan China terlihat telah digunakan oleh prajurit batalion pertahanan udara Brigade Mekanisasi ke-160 Ukraina.

Foto yang diterbitkan oleh layanan pers brigade tersebut disertai keterangan: “Mereka mendeteksi target musuh, melacaknya, dan menghancurkannya sebelum mereka dapat menyerang.”

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan sistem senjata spesifik yang ditampilkan, tetapi berdasarkan foto yang dipublikasikan, para ahli memastikan senjata tersebut adalah FN-16 China.

FN-16 adalah varian ekspor berbasis QW-2 yang digunakan militer China (PLA). Sistem ini dikenal juga sebagai Vanguard-2.

Seperti MANPADS lainnya di kelasnya, FN-16 memberi unit pertahanan udara tingkat infanteri kemampuan untuk menyerang ancaman udara tanpa radar yang terpasang di kendaraan atau sistem pengendalian tembakan.

Operator FN-16 menggunakan pencari inframerah untuk memperoleh dan melacak target sebelum menembak.

Sistem ini memiliki fitur penargetan segala arah, ketahanan tinggi terhadap umpan suar, dan berkemampuan “tembak dan lupakan”.

Rudal panggul ini dirancang terutama untuk menyerang pesawat dan helikopter, rudal jelajah, serta drone yang terbang di ketinggian rendah.

Untuk spesifikasi dan performanya, FN-16 memiliki bobot total 18 kg, berat rudalnya saja 11,5 kg, dan panjang rudal 160 cm.

Rudalnya memiiki jangkauan serang 500 m hingga 6.000 m, pada ketinggian 15 m hingga 4.000 m, meluncur dengan kecepatan 600 m/detik.

Varian FN-16 telah muncul dalam inventaris berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika, menjadikannya sistem ini tersebar luas.

Sementara, FN-16 yang digunakan pasukan Ukraina tak jelas asal-usulnya, serta berapa jumlah yang dimiliki atau dioperasikan.

Beberapa sumber menyatakan bahwa sistem tersebut mungkin telah sampai ke Ukraina melalui transfer kargo yang sebelumnya dicegat dan awalnya ditujukan untuk Yaman melalui Iran.

Namun, penjelasan tentang asal usul pasti tetap belum dikonfirmasi, dan jalur transfer cara lain mungkin saja bisa terjadi, seperti melalui negara ketiga yang juga pengguna FN-16.

Semetara itu, China mempertahankan posisi netralnya secara formal dalam konflik Rusia-Ukraina dan belum mengonfirmasi telah menyediakan senjata tersebut kepada Ukraina. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *