Armenia pamerkan artileri swagerak CAESAR 155 yang dipasok Prancis
Via X AIRSPACE REVIEW – Untuk pertama kalinya, Angkatan Darat Armenia memperlihatkan kepada publik sistem artileri swagerak (SPH) CAESAR 155 saat latihan parade Hari Republik Armenia yang akan digelar pada 28 Mei 2026 di Yerevan.
Kehadiran sistem SPH buatan Prancis ini, menandai pergeseran nyata dalam penggunaan perangkat keras militer Armenia dari inventaris tradisionalnya yang berasal dari Uni Soviet (Timur) ke produk Barat.
Pengadaan CAESAR 155 merupakan salah satu upaya Armenia untuk kembali membangun armada tempurnya setelah kehilangan wilayah Nagorno-Karabakh usai kalah perang dari Azerbaijan pada tahun 2023.
Armenia dilaporkan mengakuisisi sebanyak 36 sistem CAESAR 155, yang kontrak pembeliannya dilakukan pada Juni 2024.
CAESAR (Camion Équipé d’un Système d’ARtillerie) adalah howitzer swagerak yang diproduksi oleh Nexter, Prancis yang sekarang menjadi bagian dari grup KNDS.
Howitzer 155 mm-nya dipasang pada sasis truk Renault Sherpa 6X6, yang memberikan sistem CAESAR mobilitas tinggi di segala medan.
Sistem ini dapat menembakkan amunisi standar NATO kaluver 155 mm dengan enam putaran per menit.
Menggunakan munisi ERFB jangkauan tembaknya 40 km, sedangkan munisi berbantuan roket hingga 55 km, dan munisi puntar Excalibur mencapai jarak 46 km.
CAESAR 155 telah teruji dalam perang, digunakan oleh Angkatan Darat Prancis di palagan Afghanistan, Mali, Irak, dan medan perang lainnya.
Prancis telah memasok sistem ini ke beberapa negara, di antaranya Denmark, Maroko, Indonesia, Arab Saudi, dan Ukraina.
Sedangkan kemunculannya dalam dinas militer Armenia menandai langkah penting dalam transisi negara tersebut menuju SPH kaliber 155 mm standar NATO.
Sebelumnya, Angkatan Darat Armenia mengoperasikan sistem artileri medan swagerak 2S1 Gvozdika kaliber 122 mm sebanyak 9 unit dan 2S3 Akatsiya kaliber 152 mm sekitar 28 unit. (RBS)

