Bawa dua torpedo, kapal selam mini Iran Ghadir gentayangan di bawah air incar kapal perang AS

Kapal selam mini Ghadir Iran incar kapal perang AS di Selat HormuzVia X

AIRSPACE REVIEW – Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, pada 10 Mei 2026, mengatakan telah mengerahkan kapal selam mini kelas Ghadir di Selat Hormuz.

Langkah ini untuk memperkuat kemampuan Iran menghadapi kapal perang Angkatan Laut AS (US Navy) yang beroperasi di jalur pelayaran dunia yang vital tersebut.

Pengerahan ini mencerminkan fokus Iran pada peperangan maritim asimetris di Selat Hormuz, di mana jalur pelayaran menyempit hingga kurang dari 4 km di setiap arah, dan kedalaman operasi rata-rata tetap antara 30 m hingga 60 m.

Dengan dimensinya yang kompak (panjang 29 m dan lebar 2,75 m), kehadiran Ghadir sulit dideteksi lawan, sehingga cocok digunakan untuk operasi penyergapan di perairan dangkal di sekitar wilayah Teluk Persia.

Ghadir yang diawaki 5-7 orang ini dibekali persenjataan utama berupa dua tabung torpedo 533 mm serta dapat membawa ranjau laut.

Kapal selam dengan bobot 117 ton di permukaan dan 125 ton di bawah air ini dibekali sistem propulsi diesel-elektrik. Kecepatannya di bawah air mencapai 11 knot dan di permukaan air hingga 14 knot.

Jangkauan operasional Ghadir diperkirakan mencapai 300 km beroperasi di bawah air dan 1.000 km beroperasi di permukaan air.

Pengembangan Ghadir sendiri telah dimulai pada 2004 yang ditengarai dibantu oleh Korea Utara. Kapal ini dibangun menggunakan platform kapal selam kelas Yugo atau kelas Sang-O.

Diketahui, kapal selam Ghadir telah beroperasi sejak 2007. Sebanyak 20 unit kapal ini telah dibangun hingga tahun 2019 dari sebuah fasilitas yang berada di Bandar Abbas. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *