TUNGA-X, drone pemburu 300 km/jam besutan STM: Lawan tangguh drone kamikaze
STM AIRSPACE REVIEW – Raksasa industri pertahanan Turki, STM, memperkenalkan inovasi terbarunya, TUNGA-X, sebagai jawaban atas dominasi drone kamikaze berbiaya rendah di medan perang modern.
Diperkenalkan secara perdana di ajang SAHA EXPO 2026 di Istanbul, sistem ini dirancang sebagai drone pemburu atau drone pencegat yang mampu menetralisir ancaman udara, khususnya drone kamikaze, dengan efisiensi tinggi.
Manajer Umum STM, Özgür Güleryüz, menekankan TUNGA-X hadir untuk mengisi celah manajemen biaya.
Sebab, menggunakan rudal pertahanan udara yang mahal untuk menembak jatuh drone murah dianggap tidak berkelanjutan secara ekonomi.
“TUNGA-X memberikan keunggulan teknologi dan efektivitas biaya terhadap ancaman asimetris,” ujar Güleryüz.
Sistem ini menonjol karena kecepatannya yang luar biasa untuk ukuran UAV pencegat, yakni mencapai 300 km/jam.
Drone TUNGA-X terhubung dengan radar pendeteksi yang mampu menangkap target dari jarak 10 km, sehingga mengarahkannya ke koridor pendekatan yang diprediksi.
Drone ini dibekali hulu ledak seberat 750 gram dengan mekanisme peledakan sumbu jarak dekat (proximity fuze) untuk menghancurkan target tepat di udara.
Tidak ketinggalan, TUNGA-X juga dilengkapi kecerdasan buatan (AI) untuk pelacakan target otonom melalui kamera EO/IR, yang memungkinkan operasional efektif baik siang maupun malam hari.
Sebagai platform multi-rotor, TUNGA-X memiliki kemampuan lepas landas vertikal (VTOL), sehingga dapat diluncurkan dari ruang terbatas atau platform bergerak seperti kendaraan militer.
Dengan jangkauan 25 km dan ketinggian operasional hingga 5.000 m, drone ini menjadi benteng pertahanan yang lincah bagi pangkalan militer dan area strategis.
Menariknya, TUNGA-X dirancang untuk dapat kembali dengan aman ke titik awal jika misi dibatalkan, menjadikannya sistem yang dapat digunakan kembali (reusable) dan semakin menekan biaya operasional. (MA)

