Dengan biaya pengembangan sendiri, BAE Systems kirimkan AMPV versi antidrone kepada Angkatan Darat AS untuk dievaluasi

AMPV-30 versi antidrone buatan BAE SystemsUS Army

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan BAE Systems dari Inggris telah mengirimkan dua prototipe AMPV-30 kepada Divisi Kavaleri ke-1 Angkatan Darat AS (US Army) yang bermarkas di Fort Hood pada April 2026 lalu untuk dievaluasi kinerjanya.

Dilaporkan, kedua unit kendaraan tersebut pengembangannya dibiayai menggunakan dana perusahaan sendiri dan memakan waktu sekitar 10 bulan, tanpa menunggu kontrak pemerintah untuk mendanainya.

Kendaraan tersebut muncul setelah Menteri Perang AS, Pete Hegseth, secara terbuka menantang industri pertahanan menghadirkan solusi untuk ancaman medan perang saat ini tanpa menunggu siklus pengadaan tradisional.

Sistem AMPV-30 dirancang untuk melawan drone. Kendaraan dilengkapi dengan turret Kongsberg MCT-30 asal Norwegia yang dioperasikan dari jarak jauh.

Turret ini dipersenjatai menggunakan kanon otomatis 30 mm Mk 44 Bushmaster II, bersama dengan kamera elektro optik dan inframerah untuk penargetan.

Kanon tersebut menembakkan amunisi ledakan udara yang dapat diprogram, yaitu peluru yang dapat diatur untuk meledak di titik tertentu di udara.

AMPV-30 juga dibekali EchoShield buatan Echodyne, sebuah radar Ku-band kognitif yang dirancang khusus untuk mendeteksi sistem pesawat tak berawak kecil terbang rendah dan bermanuver.

AMPV sendiri merupakan kendaraan lapis baja modern pengganti kendaraan lapis baja M113 US Army yang generasi pertamanya telah digunakan sejak awal tahun 1960-an.

BAE Systems memenangkan kompetisi AMPV pada tahun 2014. Produksi skala penuh dimulai pada tahun 2023 untuk menggantikan hampir 3.000 varian M113 di seluruh tim tempur brigade lapis baja.

AMPV versi dasar hadir dalam lima varian yang mencakup transportasi serbaguna, pengangkut mortir, komando misi, evakuasi medis, dan perawatan medis.

Sedangkan varian AMPV-30 mewakili peran sangat berbeda, mengubah kendaraan yang dapat diandalkan guna melawan ancaman udara, terutama drone kamikaze termasuk jenis FPV bersenjata. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *