UEA perlihatkan uji coba SHADOW 25, drone kamikaze bermesin jet yang telah diekspor ke Serbia
EDGE Group AIRSPACE REVIEW – Drone jelajah atau drone kamikaze dalam perang modern telah menjadi senjata serangan berbiaya murah yang makin diminati dan terbukti lebih efisien dibandingkan rudal jelajah yang mahal.
Banyak negara yang berusaha mengembangkan senjata ini secara mandiri, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) lewat perusahaan EDGE Group.
Baru-baru ini EDGE merilis rekaman uji coba drone kamikaze bermesin jet rancangan mereka, SHADOW 25.
Dalam video terlihat SHADOW 25 diluncurkan dari boks yang dapat dipindahkan. Drone meluncur dalam hitungan detik untuk respon cepat dan mengurangi jejak logistiknya.
Selain dalam wadah bergerak, SHADOW 25 dapat meluncur dari sistem pneumatik dengan pendorong roket, memberikan fleksibilitas kepada operator dalam pengerahannya di lapangan.
SHADOW 2 memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 103 kg, bentang sayap 2,15 m, dan panjang 2,25 m.
Dibekali dengan mesin jet mini, drone ini dapat meluncur pada kecepatan 400-450 km/jam,dan jangkauan 250 km atau durasi terbang hingga 60 menit.
Dengan muatan hulu ledak 25 kg, SHADOW 25 dapat diandalkan menghancurkan sistem radar, pusat komando dan kontrol, pesawat terbang yang diparkir, depot BBM, dan target penting lainnya.
Sistem panduan SHADOW 25 menggabungkan navigasi GNSS dengan navigasi visual dan panduan optik, menciptakan paket terminal multi mode yang mengurangi ketergantungan pada navigasi satelit saja.
Di lingkungan di mana gangguan GPS mendapatkan gangguan dari sistem peperangan elektronik lawan, lapisan panduan visual dan optik memberikan akurasi akhir presisi bahkan ketika navigasi satelit terganggu atau dipalsukan.
Kemampuan navigasi video onboard pada SHADOW 25, memungkinkan sistem untuk menavigasi dan mengkonfirmasi target menggunakan citra kamera daripada panduan berbasis koordinat.
SHADOW 25 yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri, memberikan UEA kedaulatan untuk menggunakannya, tidak tunduk pada perizinan ekspor asing dan juga pembatasan ekspor.
Selain digunakan oleh Angkatan Bersenjata UEA, SHADOW 25 juga telah dimiliki Angkatan Bersenjata Serbia. Hal ini terlihat saat dilibatkan dalam parade militer “Kesatuan Kekuatan” di Belgrade pada 20 September 2025. (RBS)


Asal bisa bikin semurah mungkin, bisa buat pake taktik yang sama dengan yang digunakan Iran. Kalau ini sekarang tinggal masalah kemampuan pertahanan udara. Tapi Iran punya kelebihan stok rudal balistik jarak menengah jauhnya