Ganyang drone murah cara hemat, USAF sukses uji roket pintar APKWS pada MQ-9A Reaper

USAF sukses uji penggunakan roket APKWS pada drone MQ-9 ReaperUSAF, GA-ASI

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) bersama General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) baru-baru ini mengumumkan keberhasilan uji coba penggunaan roket pintar Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) dari drone MQ-9A Reaper.

Uji coba yang berlangsung di Nevada Test and Training Range (NTTR) tersebut menandai langkah penting dalam meningkatkan kemampuan pertahanan udara terhadap ancaman drone musuh dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan rudal konvensional.

Dalam demonstrasi ini, kru MQ-9A mengeksekusi berbagai profil tembakan terhadap target di udara menggunakan roket APKWS berpemandu laser yang diluncurkan dari peluncur khusus.

GA-ASI menyatakan, seluruh tembakan dilakukan dengan sempurna (flawless), membuktikan integrasi sistem yang mulus antara platform Reaper dan amunisi APKWS.

APKWS merupakan hasil modifikasi dari roket “bodoh” Hydra 70 kaliber 2,75 inci yang ditambahkan kit pemandu laser, sehingga memiliki tingkat akurasi tinggi layaknya rudal namun dengan harga yang jauh lebih ekonomis.

Presiden GA-ASI, David R. Alexander, menekankan bahwa integrasi APKWS pada MQ-9A merupakan strategi vital untuk menghadapi ancaman drone bunuh diri (one-way attack drones).

“Kami menyadari nilai yang dibawa sistem APKWS bagi pesawat MQ-9 sebagai alat untuk menangkal drone penyerang. APKWS dapat meningkatkan jumlah amunisi yang mampu dibawa oleh MQ-9A, sekaligus menggunakan persenjataan dengan biaya yang jauh lebih rendah,” ujar Alexander.

Selama ini, MQ-9A seringkali “dipaksa” menggunakan rudal udara ke darat AGM-114 Hellfire untuk mencegat target di udara.

Namun, selain harganya yang sangat mahal, kapasitas angkutnya pun terbatas. Kehadiran APKWS memberikan opsi yang lebih ekonomis dan mematikan untuk menyapu bersih kawanan drone lawan.

Satu pod peluncur dapat membawa hingga tujuh roket APKWS, memungkinkan drone Reaper membawa lebih banyak amunisi untuk menghadapi serangan kawanan (swarming).

Keberhasilan pengujian ini menunjukkan kolaborasi cepat antara pemerintah dan industri dalam mengadaptasi teknologi roket untuk menjawab kebutuhan medan perang modern yang kini banyak didominasi oleh ancaman sistem pesawat tanpa awak (drone). (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *