Perkuatan senjata di kawasan: Australia pilih rudal SeaRAM untuk lengkapi 11 fregat SEA 3000
RTX AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Australia secara resmi telah menunjuk perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, Raytheon, guna memasok sistem pertahanan rudal SeaRAM bagi 11 kapal fregat Proyek SEA 3000 baru mereka.
Keputusan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pertahanan maritim Australia menghadapi ancaman modern di kawasan.
Seperti diketahui, Proyek SEA 3000 adalah program Australia untuk mengakuisisi 11 fregat serbaguna baru, berdasarkan kelas Improved Mogami dari Jepang.
Tiga kapal pertama sedang dibangun di Jepang oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI), dengan pengiriman dimulai pada tahun 2028-2029 untuk beroperasi pada tahun 2030. Sementara sisanya akan dibangun di Australia.
Fregat baru Improved Mogami akan menggantikan armada fregat tua kelas Anzac.
SeaRAM adalah sistem pertahanan titik (point-defense) mutakhir yang menggabungkan akurasi radar dari sistem Phalanx Close-In Weapon System (CIWS) dengan daya jangkau rudal RAM (Rolling Airframe Missile).
Sistem ini dirancang khusus untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal antikapal supersonik, pesawat terbang, serta ancaman asimetris seperti drone (UAV) sebelum mencapai lambung kapal.
Integrasi teknologi Raytheon mempertegas interoperabilitas militer antara Australia dan Amerika Serikat, sekaligus memastikan armada RAN memiliki standar pertahanan tingkat tinggi yang diakui secara global.
Rudal SeaRAM dinilai tepat karena kemampuannya dalam menghadapi serangan jenuh (saturation attacks), di mana musuh meluncurkan banyak ancaman secara bersamaan.
Dengan sensor otonomnya, SeaRAM dapat bereaksi sangat cepat tanpa memerlukan bantuan radar eksternal dari kapal, menjadikannya garis pertahanan terakhir yang sangat mematikan.
Berdasarkan kontrak, pengiriman unit pertama rudal SeaRAM akan dimulai pada akhir tahun 2028. (RF)

