Terinspirasi oleh MFG Ukraina, Tim US Army beroperasi di Lithuania menggunakan HUMVEE yang dilengkapi CROWS 12,7 mm

Tim US Army dengan HUMVEE dan CROWS 12,7 mm di LithuaniaJacob Kohrs

AIRSPACE REVIEW – Sejak pertengahan 2023, militer Ukraina telah mengerahkan Kelompok Tembak Bergerak (Mobile Fire Groups/MFG) di seluruh jaringan pertahanan negara untuk melawan serbuan drone kamikaze murah yang diluncurkan Rusia ke kota-kota dan infrastruktur penting Ukraina.

Unit-unit Ukraina ini biasanya mengoperasikan kendaraan taktis ringan yang dilengkapi dengan dudukan senapan mesin berat.

Kehadirannya membuktikan bahwa pertahanan titik bergerak dan terdistribusi dapat secara signifikan mengurangi efektivitas serangan drone bahkan tanpa sistem panduan radar yang canggih.

Keberhasilan unit tersebut telah menginspirasi Angkatan Darat AS (US Army) untuk mengerahkan Tim Tembak Bergerak (Mobile Fire Teams) di Lithuania, dengan tugas yang sama seperti MFG.

Para prajurit dari Batalion ke-5, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-4, Brigade Artileri Pertahanan Udara ke-52 US Army kini mulai mengoperasikan kendaraan MFT di dekat Baltadvaris, Lithuania.

MFT merupakan kendaraan modifikasi dari AM General HUMVEE, dilengkapi dengan Stasiun Senjata yang Dioperasikan dari Jarak Jauh (Common Remotely Operated Weapon Station/CROWS).

Hasilnya adalah platform senjata berbasis truk yang cepat dan lincah. Kelompok ini mampu menyerang berbagai jenis drone dengan tembakan terarah sambil bergerak melalui medan yang sulit sekalipun.

Kehadiran kendaraan MFT ditujukkan untuk menangkal ancaman drone di sepanjang sayap timur NATO sebagai bagian dari Inisiatif Pencegahan Sayap Timur (Eastern Flank Deterrence Initiative).

Wilayah ini merupakan salah satu titik paling sensitif secara strategis NATO, tepat di antara Oblast Kaliningrad Rusia dan Celah Suwalki, koridor darat sempit yang menghubungkan Polandia dan Lithuania.

Mengenai Stasiun CROWS yang menjadi jantung kendaraan MFT adalah sistem yang sudah mapan dalam inventaris militer AS. Sistem ini dikembangkan oleh Kongsberg Defence and Aerospace dan diproduksi di bawah lisensi untuk AS.

Stasiun CROWS memungkinkan operator di dalam kendaraan yang terlindungi untuk mengamati, membidik, dan menembak drone terutama yang terbang pada ketinggian rendah.

CROWS dibekali dengan senapan mesin berat M2 Browning kaliber 12,7 mm, menjadikannya senjata efektif antidrone dengan berbiaya operasional rendah, mengurangi ketergantungan pada sistem rudal pencegat yang mahal. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *