Ekspansi industri pertahanan: Rheinmetall incar kepemilikan galangan kapal strategis di Kiel

Fregat F126DAMEN

AIRSPACE REVIEW – Raksasa pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, secara resmi telah mengajukan penawaran tidak mengikat (non-binding bid) untuk mengakuisisi galangan kapal German Naval Yards Kiel (GNYK).

Langkah strategis ini mempertegas ambisi perusahaan untuk memperluas pengaruhnya di sektor maritim dan menjadi penyedia sistem pertahanan terintegrasi bagi militer Jerman.

CEO Rheinmetall, Armin Papperger, mengonfirmasi pengajuan tersebut dalam pemaparan laporan keuangan kuartal pertama pada Kamis (7/5/2026).

Saat ini, proses uji tuntas (due diligence) sedang berjalan dan diperkirakan akan rampung dalam beberapa minggu ke depan sebelum berlanjut ke tahap penawaran yang mengikat.

Langkah Rheinmetall ini memicu persaingan ketat dengan kompetitor domestiknya, Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS).

GNYK, yang memiliki fasilitas luas di Kiel, merupakan aset vital bagi industri perkapalan Jerman dengan kemampuan membangun kapal permukaan yang kompleks.

Upaya akuisisi ini juga dipandang sebagai upaya Rheinmetall untuk mengonsolidasikan infrastruktur produksi maritim, menyusul langkah mereka sebelumnya yang telah mengakuisisi Naval Vessels Lürssen (NVL) pada awal tahun ini.

Selain mengincar galangan kapal, Rheinmetall juga tengah melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah Jerman untuk mengambil alih proyek fregat F126.

Proyek yang awalnya dipimpin oleh perusahaan Belanda, Damen, tersebut dilaporkan mengalami kendala jadwal dan kenaikan biaya yang signifikan.

Rheinmetall mengajukan penawaran sekitar 12 miliar euro untuk menuntaskan pembangunan enam kapal fregat tersebut.

Jika kesepakatan tercapai, total biaya proyek diprediksi membengkak menjadi 14 miliar euro. Rheinmetall berkomitmen untuk menyerahkan kapal pertama pada tahun 2032, dengan kemungkinan percepatan ke akhir 2031 jika proses regulasi berjalan lancar.

Dominasi Tiga Matra

Ekspansi agresif ini sejalan dengan visi Papperger untuk menjadikan Rheinmetall sebagai “pusat kekuatan” industri pertahanan Eropa yang mandiri.

Portofolio perusahaan kini semakin lengkap, mulai dari kendaraan lapis baja, amunisi, sistem pertahanan udara, teknologi drone, hingga kini merambah secara masif ke industri kapal perang.

“Kami ingin menjadi penyedia sistem terintegrasi yang lengkap bagi angkatan darat, udara, dan kini secara penuh di angkatan laut,” tegas Papperger.

Pemerintah Jerman diharapkan segera meninjau penawaran ini, mengingat pentingnya keberlangsungan proyek F126 dan stabilitas industri galangan kapal nasional di tengah dinamika keamanan global saat ini. (PN)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *