AIRSPACE REVIEW – Departemen Perang Amerika Serikat (Pentagon) resmi memberikan kontrak senilai 441,6 juta USD (sekitar Rp7 triliun) kepada perusahaan pertahanan Raytheon untuk memproduksi rudal pencegat PATRIOT GEM-T tambahan.
Langkah ini dilakukan guna memperkuat kapasitas pertahanan rudal dalam mendukung Operasi Epic Fury.
Pengumuman yang dirilis pada 1 Mei 2026 tersebut bertujuan meningkatkan stok rudal pencegat di tengah meningkatnya ancaman serangan udara yang kompleks dan bervolume tinggi di lingkungan yang diperebutkan.
Rudal PATRIOT GEM-T (Guidance Enhanced Missile-T) merupakan varian modern dari keluarga pencegat MIM-104.
Berbeda dengan varian PAC-3 yang menggunakan teknologi hit-to-kill (benturan langsung), GEM-T menggunakan hulu ledak blast-fragmentation (fragmentasi ledak).
Teknologi ini dirancang khusus untuk melumpuhkan berbagai ancaman, termasuk rudal balistik taktis, rudal jelajah yang bermanuver lincah, drone, hingga target dengan penampang radar rendah (low-radar-cross-section).
Sistem pemandu yang telah ditingkatkan serta sensor jarak (proximity fuze) yang lebih sensitif membuat GEM-T sangat efektif dalam menjaga lapisan pertahanan udara Amerika Serikat.
Pemberian kontrak yang menggunakan dana khusus fiskal tahun 2026 ini menunjukkan urgensi tinggi dari militer AS.
Operasi Epic Fury mencerminkan upaya berkelanjutan AS untuk mempertahankan dan memperluas pertahanan rudal terintegrasi.
Para analis militer menilai bahwa peningkatan inventaris GEM-T sangat krusial untuk menghadapi strategi “serangan saturasi” (serangan bertubi-tubi dalam jumlah besar) yang sering digunakan oleh lawan saat ini.
Dengan menambah stok GEM-T, komandan lapangan memiliki fleksibilitas lebih besar menggunakan GEM-T untuk ancaman aerodinamis dan drone, sembari menyimpan rudal PAC-3 yang lebih mahal untuk ancaman balistik tingkat lanjut.
Produksi rudal GEM-T dipusatkan di fasilitas manufaktur Raytheon di Chambersburg. Selain untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat AS, kelanjutan produksi ini juga akan mendukung permintaan internasional melalui skema Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales). (RW)

