Kanada tunda keputusan pembelian F-35, pertimbangkan alternatif jet tempur dari Eropa

F-35 untuk KanadaWikipedia

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Kanada dilaporkan kembali memperpanjang ketidakpastian terkait masa depan program pengadaan jet tempur barunya.

Meskipun sebelumnya telah menyetujui pembelian F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin (AS), Ottawa kini terus meninjau alternatif dari produsen Eropa guna mengurangi ketergantungan militer pada Amerika Serikat.

Dalam sidang Komite Pertahanan Senat yang berlangsung akhir April 2026, Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty mengatakan pemerintah masih menganalisis akuisisi 88 unit jet tempur F-35A.

Hingga saat ini, belum ada tenggat waktu pasti untuk merampungkan proses tinjauan strategis yang telah berjalan selama lebih dari satu tahun tersebut.

Akar dari penundaan ini dimulai pada Maret 2025, ketika Perdana Menteri Mark Carney memerintahkan peninjauan ulang kontrak senilai 19 miliar dolar Kanada yang telah ditandatangani pada 2023.

Langkah ini diambil di tengah memanasnya hubungan dagang dan diplomatik antara Ottawa dan Washington.

Pemerintah Kanada menyatakan kekhawatiran atas ketergantungan yang berlebihan pada industri pertahanan AS dan mencari cara untuk mendiversifikasi kemitraan strategisnya.

Salah satu opsi kuat yang sedang dipertimbangkan adalah jet tempur Saab Gripen E dari Swedia. Saab telah mengintensifkan kampanyenya di Kanada dengan menjanjikan transfer teknologi penuh, produksi lokal, dan kemampuan operasional yang sangat mumpuni di lingkungan ekstrem Arktik.

Selain itu, Kanada juga menjajaki status pengamat dalam Global Combat Air Programme (GCAP), program jet tempur generasi keenam yang dipimpin oleh Inggris, Jepang, dan Italia.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Kanada untuk keluar dari pengaruh dominan militer AS.

Meski ada dorongan politik untuk mencari alternatif, dokumen internal menunjukkan bahwa F-35 tetap unggul dalam hampir semua kriteria operasional, termasuk teknologi siluman, integrasi NORAD, dan kemampuan perang elektronik.

Angkatan Udara Kerajaan Kanada (RCAF) sendiri tetap mendukung penuh pembelian F-35 untuk menghadapi ancaman di masa depan.

Para analis memperingatkan bahwa penundaan yang berkepanjangan berisiko bagi keamanan nasional Kanada.

Saat ini, armada jet tempur CF-18 Hornet RCAF sudah sangat menua dan membutuhkan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi agar tetap layak terbang.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat melalui duta besarnya telah memberikan sinyal bahwa pengurangan pesanan F-35 secara signifikan dapat memengaruhi kerja sama pertahanan udara dalam lingkup NORAD. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *