Makin ganas, jet tempur F-15 USAF akan dipersenjatai rudal serang berkecepatan 8 Mach dan berjangkauan 1.900 km

Rudal hipersonik HACM untuk F-15 USAFRaytheon Missiles & Defense

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) sedang berupaya untuk memperoleh Rudal Jelajah Serang Hipersonik (Hypersonic Attack Cruise Missile/HACM) pertamanya, dengan mengajukan anggaran sebesar 404 juta USD pada tahun fiskal 2027.

Alokasi dana tersebut untuk pengadaan amunisi awal, kontainer, dan peralatan pendukung terkait. Menandai transisi dari Penelitian, Pengembangan, Pengujian, dan Evaluasi (RDT&E) ke produksi pertama senjata hipersonik yang diluncurkan dari udara ini.

Namun jumlah pengadaan tetap dirahasiakan berdasarkan pembatasan Informasi Tidak Terklasifikasi yang Dikendalikan (UCI), dan data biaya per unit juga tidak dipublikasikan.

Sebagai kontraktor utama adalah perusahaan Raytheon (RTX) dan Northrop Grumman bertanggung jawab untuk mengembangkan mesin scramjet-nya.

Rudal baru ini dirancang untuk dapat diluncurkan dari jet tempur Boeing F-15E Strike Eagle untuk USAF dan F/A-18E/F Super Hornet untuk Angkatan Laut (USN).

HAMC menawarkan kecepatan serang yang lebih cepat, jangkauan lebih jauh, dan kemampuan untuk bermanuver di udara, sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat sistem pertahanan udara lawan.

Untuk sistem propulsinya, HAMC menggunakan konfigurasi dua tahap yang menggabungkan pendorong roket padat dan mesin scramjet.

Sistem pendorong roket akan mempercepat laju rudal hingga melebihi 4 Mach, yang memungkinkan penyalaan mesin scramjet.

Setelah mesin scramjet bekerja, rudal akan meluncur hingga kecepatan mendekati 8 Mach atau setara dengan 9.800 km/jam.

HACM memiliki jangkauan operasional sekitar 1.000 mil laut (1.900 km), dirancang untuk misi serangan konvensional, yang secara khusus menargetkan sasaran tetap bernilai tinggi. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *