Ubah jalan tol jadi landasan pacu, jet-jet tempur India unjuk kekuatan di Purvanchal

Jet-jet tempur India melaksanakan latihan operasi dari jalan tolIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara India (IAF) kembali menunjukkan kemampuan operasionalnya yang luar biasa dengan mengubah infrastruktur sipil menjadi landasan pacu darurat.

Dalam sebuah latihan strategis yang berlangsung di jalan tol Purvanchal Expressway, negara bagian Uttar Pradesh, jet-jet tempur India berhasil melakukan simulasi lepas landas dan pendaratan darurat.

Latihan yang dilaksanakan pada akhir April 2026 ini melibatkan antara lain jet tempur legendaris SEPECAT Jaguar, Mirage 2000, hingga jet tempur berat Sukhoi Su-30MKI.

Selain jet tempur, pesawat angkut taktis terbaru India, Airbus C295, juga turut berpartisipasi dalam uji coba ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi penggunaan Emergency Landing Facility (ELF) atau Fasilitas Pendaratan Darurat.

Bagian tertentu dari jalan tol Purvanchal memang telah dirancang khusus dengan permukaan yang diperkuat, penghilangan hambatan fisik, dan sistem penandaan yang memadai agar dapat digunakan sebagai pangkalan udara alternatif dalam situasi krisis.

Menurut laporan resmi, latihan ini mencakup operasi pada siang dan malam hari untuk memberikan tingkat kompleksitas dan realisme yang tinggi.

Hal ini sangat krusial guna memastikan kelangsungan operasi udara jika pangkalan udara konvensional tidak dapat digunakan akibat serangan musuh, bencana alam, atau kendala logistik.

Kementerian Pertahanan India menyatakan bahwa keberhasilan operasionalisasi ELF ini memperkuat kesiapan respons cepat dan fleksibilitas IAF dalam skenario pertempuran maupun misi kemanusiaan.

Strategi dispersi (penyebaran) aset udara ke infrastruktur sipil ini merupakan doktrin yang juga diadopsi oleh negara-negara seperti Swedia dan Finlandia guna meningkatkan daya tahan kekuatan udara mereka.

Dengan latihan ini, India mengirimkan pesan kuat mengenai kemampuannya untuk tetap mempertahankan keunggulan udara meski dalam kondisi yang paling merugikan sekalipun, dengan memanfaatkan jaringan infrastruktur jalan raya nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan negara. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *