AIRSPACE REVIEW – Pada gelaran DSA 2026, perusahaan pertahanan Malaysia Mildef memamerkan kendaraan lapis baja Tarantula HMAV 4×4 yang dilengkapi dengan sistem senjata kendali jarak jauh (RCWS) SARP 100/12.7 dari ASELSAN, Turkiye.
Sebelumnya, kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian kerja sama pada tahun 2025, yang mencakup pengembangan dan produksi bersama, serta integrasi subsistem ke dalam kendaraan Angkatan Darat Malaysia.
Sistem SARP 100/12.7 dipersenjatai dengan senapan mesin berat 12,7×99 mm, yang memungkinkan menumpahkan target pada jarak hingga 1,5 km.
Konfigurasi ini memungkinkan Tarantula HMAV untuk menyerang ancaman dari sergapan lawan pada jarak jauh. Biasanya prajurit infanteri menggunakan senjata ringan kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm pada jarak tembak 300-600 m.
Integrasi ini juga memperkenalkan kemampuan antimaterial terbatas, termasuk kemampuan untuk merusak sensor, melumpuhkan peralatan ringan, dan menyerang kendaraan lapis baja ringan.
Konfigurasi baru ini juga meningkatkan efektivitas Tarantula untuk misi seperti pengangkutan pasukan, perlindungan konvoi, tembakan penekan, dan penyerangan terhadap personel dan target lunak.
Mengenai Tarantula, merupakan kendaraan lapis baja jenis MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected). Prototipe pertama diresmikan pada 11 Februari 2021, diikuti dengan penamaan resmi Tarantula pada 2 April 2021.
Di pameran pertahanan internasional LIMA 2025 di Langkawi, pemerintah Malaysia mengonfirmasi pengadaan 136 unit kendaraan untuk Angkatan Darat Malaysia.
Tarantula memiliki panjang 5,6 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 2,5 m. Prototipe pertama memiliki bobot tempur 14 ton, sedangkan prototipe kedua yang diperkenalkan pada tahun 2024, dikurangi menjadi 12 ton.
Perlindungan Tarantula didasarkan pada struktur lapis baja komposit yang sesuai standar NATO STANAG 4569, dengan perlindungan balistik pada Level 2A dan perlindungan ledakan ranjau pada Level 2B.
Level 2A sesuai dengan perlindungan terhadap peluru penembus lapis baja 7,62×39 mm dan munisi pecahan artileri, sedangkan Level 2B sesuai dengan perlindungan terhadap ledakan ranjau setara 6 kg TNT di bawah lambung.
Sebagai tenaga penggeraknya, kendaraan menggunakan mesin diesel Caterpillar kapasitas 7.200 cc yang menghasilkan daya 330 – 340 hp. Kecepatan maksimumnya 110 km/jam dan jangkauan operasi 700 km. (RBS)

